Kemurnian Agama Islam bisa diukur dari 3 aspek: 1. Murni pedomannya yaitu Al Qur'an dan Al Hadits 2. Murni pengamalannya, tidak dicampuri bid’ah, syirik, tahyul, dan kemaksiatan/pelanggaran 3. Murni niatnya, niat karena Alloh; semata-mata bertujuan ingin masuk Surga selamat dari Neraka-

Rabu, 12 Juni 2013

MENINGKATKAN SEMANGAT MENCARI ILMU DAN MENGAMALKANNYA

MENINGKATKAN SEMANGAT MENCARI ILMU
DAN MENGAMALKANNYA



الْحَمْدُ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ r وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ ، أَمَّا بَعْدُ :
قُلْ إِنْ كَانَ أباَؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللهِ وَرَسُوْلِه وَجِهَادٍ فِى سَبِيْلِه فَتَرَبَّصُوْا حَتّى يَأْتِيَ اللهُ بِأَمْرِه وَاللهُ لاَ يَهْدِى الْقَوْمَ الْفَاسِقِيْنَ * سورة التوبة ٢٤
Katakanlah (wahai Muhammad), “Jika bapak-bapak kalian, anak-anak kalian, saudara-saudara kalian, istri-istri kalian, keluarga kalian, harta benda yang kalian usahakan, dan dagangan yang kalian khawatirkan akan rugi, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai, (jika semuanya itu) lebih kalian cintai daripada Alloh dan RosulNya dan (daripada) berjihad dalam agama Alloh, maka tunggulah sampai Alloh mendatangkan perkara (siksa)Nya; karena Alloh tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasiq.”
Besarnya cinta kita kepada Alloh dan RosulNya akan terukur dari sejauh mana pengorbanan yang kita berikan, ialah dalam wujud seberapa banyak waktu yang kita luangkan untuk mengerti tentang Alloh dan RosulNya, untuk mengerti tentang apa yang menjadi tuntunanNya, dan selanjutnya membuktikan dengan mengamalkannya. Apalagi kalau bukan mengkaji Al-Qur`an dan Hadits secara mendalam hingga mengerti, memahami dan sekaligus mengamalkan segala apa yang menjadi tuntunan dari Alloh dan Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam.
Cinta yang sampai pada tahap inilah yang dijanjikan oleh Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam akan menemukan manisnya iman, itulah cinta yang sejati, cinta yang setiap orang iman harus memiliki, cinta yang pasti kan terbalas... ialah cinta kita kepada Alloh dan Rosululoh Shollallohu ‘alaihi wasallam.
Inilah cinta yang wajib diperjuangkan, yang wajib diprioritaskan di atas segala-galanya. Karena banyak orang telah salah meletakkan cintanya, mengakibatkan mereka memandang ilmu Al-Qur`an dan Hadits yang menjadi pedoman agamanya jauh di bawah segala macam ilmu duniawinya.
menjadi ‘alim terhadap ilmu Al-Qur`an dan Hadits, serta dipaparkan segala hal yang menjadi pertimbangan untuk mengutamakan menjadi ‘alim terhadap ilmu Al-Qur`an dan Hadits serta hal-hal yang melatarbelakanginya agar kita tidak salah dalam meletakkan cinta kita!
Latar Belakang
Alhamdulillah, sebenarnya banyak hal yang patut kita syukuri dalam hidup kita saat ini, semua kebutuhan, seperti; sandang, pangan, papan yang menjadi kebutuhan pokok bagi kita, cukup mudah kita dapatkan. Situasi yang relatif aman, sarana dan prasarana yang mendukung semua aktivitas, baik yang bersifat duniawi maupun ibadah tersedia dengan cukup, sehingga dengan semua itu memudahkan siapa saja untuk meraih sukses dalam kehidupannya, baik sukses dalam pendidikan maupun karirnya. Semua itu masih didukung dengan perkembangan dalam bidang teknologi yang membawa kita dalam kehidupan modern yang serba canggih, hal-hal yang dulu harus dilakukan dan didapatkan dengan susah payah, kini dengan kecanggihan teknologi menjadi mudah dilakukan, dan didapatkan hasil yang lebih memuaskan.
Di sisi lain kemajuan teknologi yang demikian pesat, kehidupan yang serba modern dan serba canggih itu ternyata juga membawa dampak negatif dalam kehidupan kita. Dampak negatif itu merampas nilai kehormatan kita, bahkan merobek-robek kertas putih fitrah suci kehidupan kita! Sarana-sarana maksiat dan perbuatan keji bertebaran dan disebarkan melalui berbagai media. Seakan sudah lumrah ketika terlihat sepasang muda-mudi yang dengan tanpa malu dan sungkan lagi melakukan perbuatan keji, perbuatan yang mendorong dan membangkitkan syahwat. Bahkan tanpa malu mereka melakukan perbuatan itu disaksikan oleh ribuan pasang mata...!
Lalu mungkinkah orang-orang iman, yang mereka adalah orang-orang yang bijaksana, di dalamnya adalah wanita-wanita yang menjaga kesucian diri akan membiarkan diri mereka, putra-putri mereka, tenggelam dalam kebinasaan limbah produksi tekhnologi canggih dan limbah kreasi peradaban modern? Tentu kita tidak rela kebinasaan itu menimpa diri kita maupun anak cucu kita.
Pengaruh-pengaruh inilah yang dampaknya dapat mengakibatkan menurunnya semangat jama’ah dalam mencari ilmu.
Menyadari akan besarnya bahaya dari pengaruh-pengaruh kemaksiatan ini maka menjadi ‘alim terhadap ilmu Al-Qur`an dan Hadits adalah satu satunya pilihan bagi keselamatan diri kita, dan sekali lagi ‘alim terhadap ilmu Al-Qur`an dan Hadits adalah satu-satunya pilihan dan tidak ada pilihan yang lain! Alloh telah mengungkapkan hal ini dalam firmannya :
إِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِباَدِهِ الْعُلَمَاؤُ إِنَّ اللهَ عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ * سورة فاطر ٢٨
Sebenarnya yang takut (melanggar perintah) Alloh dari kalangan hamba-hambaNya hanyalah orang-orang yang berilmu. Sesungguhnya Alloh Maha Kuasa, lagi Maha Pengampun.

A. Pengaruh-pengaruh Yang Menurunkan Semangat Mencari Ilmu
Modernisasi dengan dampak negatif dari kemajuan teknologinya mengakibatkan terjadinya perubahan peradaban manusia, perubahan pola pikir, dan bergesernya nilai moral yang semua itu semakin menjauhkan umat manusia dari ajaran-ajaran dan hukum-hukum agama.
Saat ini yang perlu kita pikirkan bersama adalah bagaimana agar diri kita, anak cucu kita, orang tua kita, keluarga kita, semuanya bisa selamat dari semua kerusakan dan kemaksiatan itu dengan cara mewaspadai berbagai macam pengaruhnya.
1. Pengaruh pergaulan.
Telah menjadi petunjuk yang sering kali disampaikan melalui nasehat-nasehat dari para ulama` kita bahwa menjaga pergaulan adalah salah satu diantara lima syarat utama diperolehnya kefahaman Jama’ah. Hal ini menjadi begitu penting dan menentukan agar jama’ah terhindar dari pengaruh-pengaruh yang menurunkan semangat dalam mencari ilmu. Kita perhatikan sabda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam berikut ini:
اْلأَرْوَاحُ جُنُوْدٌ مُجَنَّدَةٌ ، فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ ، وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ * رواه البخارى عن عائشة
Ruh-ruh (semua hamba) bolo-membolo (saling berkumpul), ruh yang saling mengenal (karena kesamaan sifat) akan berkumpul dan ruh yang saling ingkar akan berselisih (berpisah).
Berdasarkan hadits diatas kita tahu bahwa hamba yang berthobiat baik akan berkumpul dan mendekat kepada hamba yang baik, dan sebaliknya hamba yang berthobiat buruk akan berkumpul dan mendekat kepada hamba yang berthobiat buruk pula. Hamba yang berthobiat baik tidak akan mungkin bisa tenang berkumpul dengan hamba yang berthobiat buruk.
Kita bisa mengambil pelajaran dari Luqman Al-Hakim yang berpesan kepada putranya :
يَابُنَيَّ جَالِسِ الْعُلَمَاءَ وَزَاحِمْهُمْ بِرُكْبَتَيْكَ فَإِنَّ اللهَ يُحْيِى الْقُلُوْبَ بِنُوْرِ الْحِكْمَةِ كَمَا يُحْيِى اللهُ اْلأَرْضَ الْمَيْتَةَ بِوَابِلِ السَّمَاءِ * رواه مالك فى المواطأ
Wahai anakku temani duduklah ulama` dan desaklah mereka dengan kedua lututmu (selalu mendekat untuk meraih ilmu dari mereka), karena sesungguhnya Alloh akan menghidupkan hati dengan cahaya hikmah (yang diperoleh dengan ilmu dari ulama`) sebagaimana Alloh menghidupkan kembali bumi yang kering sebab turunnya hujan dari langit.
Mungkinkah orang yang faham akan tahan berkumpul bersama dengan orang-orang yang banyak berbuat maksiat karena mereka adalah orang-orang yang bodoh ilmu agamanya?
Tentu ia akan merasa resah dan gelisah tatkala berada di tengah-tengah mereka, bagaikan seekor ikan yang dipaksa mentas dan hidup di luar kolamnya!
Lebih jelas Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda :
الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ * رواه أبو داود عن أبى هريرة
Seorang laki-laki itu menetapi kebiasaan teman dekatnya, maka hendaklah ia melihat siapa yang menjadi teman dekatnya.
Siapakah teman kita? Dialah yang akan menentukan siapa kita!
Menyadari akan hal ini, Shohabat Abu Tholhah sengaja minta kepada Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam agar anak tirinya yaitu Anas bin Malik diidzinkan menemani dan melayani beliau hingga kurun waktu 10 tahun lamanya agar Anas di kemudian hari menjadi seorang yang ‘alim dan berkepribadian sebagaimana Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam.
Begitu besar pengaruh pergaulan, seseorang yang yang semula faham sekalipun akan bisa rusak dan hilang kefahamannya jika salah dalam memilih teman bergaul, apalagi jika dia bukan orang ‘alim dan salah memilih teman bergaul.
Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam menggambarkan:
مَثَلُ الْجَلِيْسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيْسِ السُّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ وَكِيْرِ الْحَدَّادِ لاَ يَعْدِمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيْهِ أَوْ تَجِدُ رِيْحَهُ وَكِيْرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيْحًا خَبِيْثَةً * رواه البخارى عن أبى موسى
Perumpamaan teman bergaul yang sholih dan teman bergaul yang jelek adalah sebagaimana penjual minyak wangi dan ubupan (perapian) pandai besi. Penjual minyak wangi tidak akan melewati padamu, adakalanya kamu akan membeli minyak wangi itu darinya, atau (paling tidak) kamu akan mendapatkan bau wanginya. Dan (sedangkan) pandai besi akan membakar badanmu atau pakaianmu atau (paling tidak) akan kamu dapatkan bau sangitnya.
Lalu siapakah yang menjadi teman kita? Siapakah yang menjadi teman bagi anak-anak kita? Dan siapakah yang menjadi teman bagi anggota keluarga kita? Apakah mereka adalah teman yang sholih? Atau justru sebaliknya?!
2. Pengaruh perkembangan ekonomi.
Tidak bisa dipungkiri bahwa faktor ekonomi begitu penting peranannya bagi kelangsungan hidup setiap umat manusia, sehingga adalah hal yang wajar ketika tiap orang mengharapkan bisa hidup dengan berkecukupan dan mempunyai taraf ekonomi yang baik dan mapan. Namun sayang ternyata faktor ekonomi, kerap kali menjadi alasan pembenaran bagi mereka yang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mencari dunia dan tidak menyisakan waktu untuk mencari ilmu Al-Qur`an dan Hadits. Bagi jama’ah yang faham, ketika ia bisa hidup dengan berkecukupan dan mempunyai taraf ekonomi yang mapan maka kekayaan duniawi yang ia miliki akan banyak ia arahkan untuk kelangsungan pembelaan agamanya karena ia mengacu pada firman Alloh:
يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلى تِجَارَةٍ تُنجِيْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيْمٍ * تُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَرَسُوْلِه وَتُجَاهِدُوْنَ فِى سَبِيْلِ اللهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ذَالِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ * سورة الصف ١٠-١١
Wahai orang-orang yang beriman, maukah kalian Aku tunjukkan pada dagangan yang dapat menyelamatkan kalian dari siksa yang pedih? Yaitu, kalian beriman kepada Alloh dan RosulNya, serta kalian berjuang membela agama Alloh dengan harta benda dan diri kalian. Yang demikian itulah yang lebih baik bagi kalian, jika kalisn hendak mengetahui (hakikat yang sebenarnya).
Juga mengacu pada sabda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam :
إِذاَ كاَنَ فِى آخِرِ الزَّمَانِ لاَ بُدَّ لِلنّاَسِ فِيْهَا مِنَ الدَّرَاهِمِ وَالدَّناَنِيْرِ يُقِيْمُ الرَّجُلُ بِهاَ دِيْنَهُ وَدُنْياَهُ * رواه الطبرانى فى الكبير عن عمران بن حصين
Ketika telah ada di dalam zaman akhir maka tidak bisa tidak (harus) bagi manusia yang hidup di zaman itu (menggunakan) dirham dan dinar untuk menegakkan agamanya dan (juga) dunianya.
Hendaklah kita waspada karena ternyata hasrat terhadap ekonomi yang secara kodrati telah dimiliki oleh setiap anak Adam akan muncul menjadi bumerang ketika tidak didasari dengan kefahaman agama yang cukup! Yaitu kefahaman agama yang diraih melalui penguasaan Qur`an dan Hadits. Sebab jika tidak, maka hasrat itu akan menjadi liar dan dari situlah muara segala macam bentuk kesalahan akan dilakukan.
Hal ini telah diisyaratkan oleh Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya:
حُبُّ الدُّنْياَ رَأْسُ كُلِّ خَطِيْئَةٍ * رواه البيهقى عن الحسن
Senang (yang berlebihan) terhadap dunia adalah pangkal dari segala kesalahan.
Tidak sedikit orang berdusta, khianat, serta hilang sifat amanatnya karena berawal dari rasa senang dan nggrangsangnya pada harta dunia. Bahkan orang yang telah dianggap alim pun akan terseret ke dalamnya ketika pangkal segala kesalahan ini ia abaikan.
Dan salah satu alasan kenapa ia sampai mengabaikan pangkal segala kesalahan ini adalah karena ia tidak meneladani sifat zuhud yang telah diwariskan oleh Rosululoh Shollallohu ‘alaihi wasallam.
Almarhum KH. Nurhasan Al-Ubaidah pernah menyebut sebuah istilah dalam nasehatnya : “Ojo ongso-ongso, koyo cacing nguntal klopo, ora kuntal malah bongko.”
Ini adalah sebuah peringatan agar kita tidak tamak akan harta.
Ingatlah firman Alloh :
يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللهِ حَقٌّ فَلاَ تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلا َيَغُرَّنَّكُمْ بِاللهِ الْغَرُوْرُ* إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوًّا فَاتَّخِذُوْهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُوْ حِزْبَه لِيَكُوْنُوْا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيْرِ * سورة فاطر ٥-٦
Wahai umat manusia, sesungguhnya janji Alloh (membalas amal kalian) adalah benar maka janganlah kalian tertipu daya oleh kemewahan hidup dunia, dan janganlah syetan yang menjadi penipu terbesar itu memperdayakan kalian meninggalkan tho’at pada Alloh. Sesungguhnya syetan adalah musuh bagi kalian, maka jadikanlah dia musuh (yang mesti dijauhi tipu dayanya); sebenarnya dia hanyalah mengajak golongannya supaya menjadi penghuni neraka Sa’ir.
B. Akibat Kurangnya/Hilangnya Ilmu
Ketika umat manusia disibukkan oleh segala macam persoalan duniawi dan ia pun berani menomorduakan masalah akhirat, maka muncullah sebuah generasi yang begitu mahir dan membanggakan ilmu dunianya namun ia bodoh terhadap ilmu agama, dan ketahuilah bahwa terhadap generasi semacam inilah Alloh akan menjatuhkan murkanya!
Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda :
إِنَّ اللهَ تَعاَلىَ يَبْغَضُ كُلَّ عاَلِمٍ باِلدُّنْياَ جاَهِلٍ باِْلأَخِرَةِ * رواه الحاكم عن أبى هريرة
Sesungguhnya Alloh yang maha luhur murka pada tiap-tiap orang yang pandai ilmu dunia yang bodoh dalam ilmu akhirat.
Dan orang yang seperti ini Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam menggambarkan sebagai pribadi yang teramat buruk. Beliau bersabda :
إِنَّ اللهَ يَبْغَضُ كُلَّ جَعْظَرِيٍّ جَوَّاظٍ سَخَّابٍ فِى اْلأَسْواَقِ جِيْفَةٍ باِللَّيْلِ حِماَرٍ باِلنَّهاَرِ، عاَلِمٍ باِلدُّنْياَ جاَهِلٍ بِاْلأَخِرَةِ * رواه البيهقى
Sesungguhnya Alloh akan murka kepada tiap-tiap orang yang keras hatinya lagi sombong, orang yang senang ramai (bertengkar) di pasar, seperti bangkai di malam hari (karena tidak sholat malam), seperti khimar di siang hari (karena hanya memikirkan makan), pandai ilmu dunia namun bodoh ilmu akhirat.
Dan ketika ulama` sebagai pewaris ilmu para nabi satu demi satu wafat, sebelum ada generasi penerus yang lebih dulu mewarisi ilmunya, maka seiring dengan berpulangnya para ulama` menghadap kepada Alloh, berpulang pulalah kebenaran ilmu Al-Qur`an dan Hadits ini, dan ini sungguh akan berakibat sangat fatal bagi keselamatan kita seluruh umat manusia yang hidup di permukaan bumi ini! Karena yang akan menjadi pemimpin kita tinggal orang-orang yang bodoh lagi hina. Sebagaimana sabda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam :
إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوْسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوْا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوْا وَأَضَلُّوْا * رواه البخارى عن عبد الله بن عمرو بن العاص
Sesungguhnya Alloh tidak akan mencabut ilmu dengan cara mencabut ilmu itu dari hamba-hambanya, akan tetapi Alloh mencabut ilmu itu dengan cara mewafatkan para ulama`, sehingga ketika tidak ada seorang ‘alim pun yang tersisa maka manusia menjadikan orang-orang yang bodoh sebagai pemimpin mereka, lalu ketika pemimpin yang bodoh itu ditanya maka mereka akan memberi fatwa dengan tanpa ilmu, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan.
Hilangnya ilmu ternyata bukan saja berakibat buruk pada agama namun juga berakibat buruk pada urusan-urusan dunia, sebagaimana pesan yang pernah disampaikan oleh seorang ahli hadits :
عَنِ الزُّهْرِيِّ كاَنَ مَنْ مَضَى مِنْ عُلَمَاءٍ يَقُوْلُوْنَ اْلإِعْتِصَامُ بِالسُّنَّةِ نَجَاةٌ وَالْعِلْمُ يُقْبَضُ قَبْضًاسَرِيْعًا فَنَعْشُ الْعِلْمِ ثَبَاتُ الدِّيْنِ وَالدُّنْياَ وَفِى ذِهَابِ الْعِلْمِ ذِهَابُ ذَالِكَ كُلِّهِ * رواه الدارمى
Dari Zuhri (ia berkata) : adalah para ulama` salaf mereka berkata, “Berpegang teguh terhadap sunnah adalah keselamatan. Ilmu itu akan digenggam dengan cepat, maka menegakkan ilmu itu akan menetapkan agama dan dunia, dan didalam hilangnya ilmu adalah hilangnya semua (agama dan dunia).”
C. Polnya Ilmu Al-Qur`an dan Hadits
Keagungan dan kemuliaan Alloh sebagai Sang Pencipta alam semesta tak terbandingi oleh apapun, karena pada hakekatnya semua yang selain Alloh adalah makhluq, demikian pula dengan kalam Alloh yang mengalahkan sya`airul kalam, sebagaimana telah dijelaskan oleh Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam :
فَضْلُ الْقُرْأنِ عَلَى ساَئِرِ الْكَلاَمِ كَفَضْلِ الرَّحْمنِ عَلَى ساَئِرِ خَلْقِهِ * رواه البيهقى عن أبى هريرة
Keutamaan ilmu Al-Qur`an mengalahkan semua kalam sebagaimana keutamaan Alloh mengalahkan semua makhluqnya.
Sebaliknya jika seseorang menganggap semua ilmu dunia itu lebih utama dan lebih mulia daripada Al-Qur`an dan Hadits maka itu adalah sebuah kemaksiatan kepada Alloh! Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda :
وَمَنْ قَرَأَ الْقُرْأنَ فَرَأَى أَنَّ أَحَدًا أُعْطِيَ أَفْضَلَ مِمَّا أُعْطِيَ فَقَدْ عَظَّمَ ماَ صَغَّرَ اللهُ وَصَغَّرَ ماَ عَظَّمَ اللهُ * رواه الطبرانى
Dan barangsiapa membaca Al-Qur`an lalu ia menganggap bahwa ada seseorang yang telah diberi sesuatu yang lebih utama daripada (Al-Qur`an) yang telah diberikan kepadanya maka sungguh ia telah mengagungkan sesuatu yang diremehkan oleh Alloh dan ia telah meremehkan pada sesuatu yang telah diagungkan oleh Alloh.
Oleh karena itulah Alloh mengangkat derajat orang iman yang ‘alim, sebagaimana firman Alloh dalam Al-Qur`an:
يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ * سورة المجادلة ١١
Alloh mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kalian, dan orang-orang yang diberi ilmu (dari kalangan kalian), beberapa derajat. Dan (ingatlah), Alloh Maha Waspada tentang apa yang kalian lakukan.
Marilah kita simak bagaimana Al-Imam Al-hafidz Ahmad bin Ali bin Hajar Al-‘Asqolani menjelaskan dalam kitabnya “Fathul Baari : syaroh Shohih Bukhori” tentang sabda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam yang berbunyi:
مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّيْنِ ... الحديث * رواه البخارى عن معاوية
Barangsiapa yang Alloh menghendaki kebaikan padanya maka Alloh menjadikannya faham/ahli dalam agama.
Penjelasan itu sbb:
وَمَفْهُوْمُ الْحَدِيْثِِ أَنَّ مَنْ لَمْ يَتَفَقَّهْ فِى الدّيْنِ ، أَيْ يَتَعَلَّمَ قَوَاعِدَ اْلإِسْلاَمِ وَمَا يَتَّصِلُ بِهَا مِنَ الْفُرُوْعِ ، فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ * فتح البارى شرح صحيح البخارى
Yang tersirat dalam hadits ini, dapat dipahami bahwa sesungguhnya orang yang tidak memahami ilmu agama − yaitu orang yang tidak mempelajari dasar-dasar/pokok-pokok Islam dan apa-apa yang terkait dengannya dari masalah furu’iyah − maka ia diharamkan mendapatkan kebaikan.
Kalau sudah dinyatakan bahwa tanpa faham dan mengerti terhadap Qur`an dan Hadits tidak akan bisa takut kepada Alloh dan tidak akan mendapatkan kebaikan dari Alloh, lalu... siapalagi yang lebih berhak kita takuti selain Alloh? Dan kebaikan apalagi yang lebih kita harapkan selain surga Alloh?
D. Kefadlolan Mencari Illmu dan Menjadi ‘Alim
Siapakah yang tidak senang dan bangga jika jalan hidup yang dilaluinya di muka bumi ini Alloh menghitungnya sebagai jalan surga yang sedang dilalui? Jalan surga itu didapat oleh orang-orang yang mencari ilmu Al-Qur`an dan Hadits.
Siapakah yang tidak senang dan bangga jika dirinya serta anak cucunya menjadi orang yang dicintai oleh Allah, dicintai oleh semua malaikat penghuni langit dan bumi ? Cinta itu didapat oleh orang-orang yang mencari ilmu Al-Qur`an dan Hadits.
Siapakah yang tidak senang dan bangga jika dimintakan ampun oleh semua penghuni langit dan bumi, bahkan oleh ikan-ikan yang ada di dalam air?
Siapakah yang tidak senang dan bangga jika mendapatkan keutamaan dari Alloh mengalahkan hamba-hamba yang lain, Sebagaimana cahaya bulan di malam purnama mengalahkan cahaya semua bintang di langit? Keutamaan itu didapat oleh orang-orang yang ahli ilmu, bukan orang lain.
Siapakah yang tidak senang dan bangga jika dijadikan sebagai pewaris para nabi, manusia terpilih yang paling dekat dengan Alloh di muka bumi ini? Pewaris itu adalah orang-orang yang ‘alim (ahli ilmu), bukan orang lain!
Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda :
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيْهِ عِلْمًا سَلَكَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِى السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِى اْلأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِى جَوْفِ الْمَاءِ ، وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ ، وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ ، وَإِنَّ اْلأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِينَارً وَلاَ دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ * رواه ابن ماجه
Barangsiapa yang melewati sebuah jalan, ia mencari ilmu di jalan itu, maka Alloh menjalankannya di salah satu jalan-jalan surga. Dan sesungguhnya niscaya ada malaikat yang meletakkan/merapatkan sayapnya karena ridlo terhadap orang yang mencari ilmu. Dan sesungguhnya orang yang alim niscaya dimintakan pengampunan oleh penghuni langit, penghuni bumi dan juga ikan-ikan yang ada di dalam air. Dan sesungguhnya, keutamaan orang yang ‘alim mengalahkan orang yang ahli ibadah (tetapi tidak alim) sebagaimana keutamaan cahaya bulan purnama yang mengalahkan semua cahaya bintang di langit. Dan sesungguhnya ulama` adalah pewaris para nabi, yang para nabi tidaklah mewariskan dinar maupun dirham, namun mereka mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang mengambil ilmu itu berarti ia telah mengambil bagian yang sempurna!
Sebagian orang merasa, kesibukannya dalam menuntut ilmu Al-Qur`an dan Hadits akan mengurangi kesempatannya untuk membantu dalam meringankan maisyah keluarganya. Namun sebenarnya justru dengan kesibukannya dalam menuntut ilmu Al-Qur`an dan Hadits, Alloh mencurahkan banyak kebarokahan, baik terhadap dirinya maupun keluarganya. Hal ini pernah dialami oleh dua orang bersaudara yang hidup pada zaman Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam, sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits :
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ أَخَوَانِ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ r فَكَانَ أَحَدُهُمَا يَأْتِى النَّبِيَّ r وَالأَخَرُ يَحْتَرِفُ فَشَكَا الْمُحْتَرِفُ أَخَاهُ إِلَى النَّبِيِّ r فَقَالَ لَعَلَّكَ تُرْزَقُ بِهِ * رواه الترمذى
Dari Anas bin Malik Ia berkata : ada dua orang bersaudara pada zaman Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam, salah satunya datang (mengaji) kepada Nabi Shollallohu ‘alaihi wasallam, sedangkan yang lain bekerja. Maka yang bekerja itu melaporkan tentang saudaranya kepada Nabi Shollallohu ‘alaihi wasallam, maka Nabi bersabda, “Barang kali kamu diberi rizqi (oleh Alloh) lantaran saudaramu.”
Bagaimana hati kita tidak tergerak untuk membawa anak kita dan mengantarkannya menjadi seorang ulama` kalau ternyata Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam menjamin mahkota akan diberikan kepada kita saat menghadap di sisi Alloh di hari kiamat nanti?
Sebagaimana sabda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam :
مَنْ قَرَأَ الْقُرْأنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيْهِ أُلْبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ضَوْءُهُ أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشَّمْسِ فِى بُيُوتِ الدُّنْيَا لَوْ كَانَتْ فِيْكُمْ فَمَا ظَنُّكُمْ بِالَّذِى عَمِلَ بِهذَا * رواه أبو داود
Barangsiapa membaca Al-Qur`an dan mengamalkan isinya, maka diberikanlah mahkota bagi kedua orang tuanya. Terangnya sinar mahkota itu lebih baik daripada terangnya sinar matahari di rumah dunia. Seandainya matahari itu ada di rumah kalian, lalu bagaimanakah persangkaan kalian terhadap orang yang mengamalkannya? (Jawab: tentu akan mendapatkan kedudukan yang lebih mulia dari pada orang tuanya!)
Dalam istilah Jawa disebutkan : “Dadi rojo gung binatoro kajen keringan nganggur ngetekur urip langgeng sak lawas-lawase.” Itu semua lantaran anak kita menjadi ulama`!!!
Dari semua uraian diatas, maka sungguh perlu kiranya bagi setiap orang tua jama’ah mempertimbangkan dengan sangat! Dalam membina putra-putrinya, agar menyisihkan waktu bagi putra-putrinya barang satu tahun untuk pergi mondok guna membekali ilmu yang luhur, yaitu mengerti Qur`an dan Hadits, dan alangkah akan lebih baik lagi jika sampai menjadi muballigh muballighot, hingga setiap putra-putri jama’ah mempunyai bekal dan modal yang cukup sebagai benteng pertahanan yang kuat bagi dirinya dalam menghadapi gencarnya pengaruh-pengaruh kemaksiatan dalam kehidupan kita di akhir zaman ini.
Dan bekal apakah yang lebih baik yang telah kita berikan pada anak-anak kita untuk menghadapi kerusakan zaman ini selain Qur`an dan Hadits? selain menjadikan mereka ulama`-ulama` yang faqih? Yang dengannya Alloh menjamin ketaqwaannya? Yang dengan ketaqwaan inilah Alloh memasukkan ke dalam surga.
Sebagaimana telah dituangkan dalam firman Alloh :
وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوى وَاتَّقُوْنِى يَاأُولِى اْلأَلْبَابِ * سورة البقرة ١٩٧
Dan hendaklah kalian mempersiapkan bekalmu, karena sesungguhnya sebaik-baiknya bekal ialah taqwa; dan bertaqwalah kepadaKu wahai orang-orang yang berakal.
Dan dengan taqwa inilah maka surga bisa kita raih karena hal ini merupakan janji dari Alloh, sebagaimana telah dimuat dalam Al-Qur`an :
مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِى وُعِدَ الْمُتَّقُوْنَ تَجْرِى مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ أُكُلُهَا دَائِمٌ وَظِلُّهَا تِلْكَ عُقْبَى الَّذِيْنَ اتَّقَوْا وَعُقْبَى الْكَافِرِينَ النَّارُ * سورة الرعد ٣٥
Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa itu ialah air sungai-sungainya senantiasa mengalir di sekitar tamannya, makanannya kekal tidak putus-putus dan naungannya senantiasa teduh. Itulah kesudahan usaha orang-orang yang bertaqwa, sedang kesudahan usaha orang-orang yang kafir ialah neraka.
Atau, masihkah kita akan menjadikan ke’aliman sebagai alternatif terakhir? Yang berarti keselamatan kita dan anak cucu kita dari segala kerusakan zaman ini pun akan kita jadikan sebagai alternatif terakhir pula?
Tentu saja kita akan berkata tidak!!! Karena itu berarti akan membiarkan kemungkaran-kemungkaran itu berjalan hingga memudlorotkan kita dan anak cucu kita, yang membiarkannya berarti jauh dari hakikat keimanan yang ada dalam diri kita! Hal ini dengan jelas Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda :
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذاَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ * رواه مسلم عن أبى سعيد
Barangsiapa diantara kalian yang melihat kemungkaran maka hendaklah ia merubah kemungkaran itu dengan menggunakan tangannya, jika ia tidak mampu maka dengan menggunakan lisannya, jika ia tidak mampu maka menggunakan hatinya, dan mengubah dengan hati itu adalah iman yang paling lemah.
Maka membentengi diri kita dan anak cucu kita dari semua kemungkaran yang ada dengan segala kemampuan yang kita miliki adalah mutlak kita lakukan, siapa lagi yang akan melakukannya kalau bukan kita sendiri? Karena bukanlah orang lain yang akan merubah keadaan pada diri kita, yang menentukan warna hitam atau putihnya hidup kita, akan tetapi dengan idzin Alloh kita sendirilah yang akan merubah dan menentukannya!
Alloh telah berfirman :
إِنَّ اللهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوْا مَا بِأَنفُسِهِمْ ... الأية * سورة الرعد أية ١١
Sesungguhnya Alloh tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga kaum itu mau mengubah pada keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.
E. Kewajiban Mencari Ilmu dan Mengamalkan
Islam adalah agama samawi, agama yang segala tuntunan ibadahnya telah ditetapkan oleh Alloh Sang Kholiq Pencipta langit dan bumi, oleh karenanya hamba akan bisa mengenal Alloh sebagai Tuhannya untuk kemudian mengenal tuntunan ibadahnya dengan mengikuti petunjukNya bukan dengan cara mengikuti reka-reka fikirannya sendiri. Lalu agar hamba mengenal Tuhannya untuk selanjutnya mengikuti tuntunan ibadahnya maka Alloh pun berfirman :
فَاعْلَمْ أَنَّه لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ ... الأية * سورة محمد ١٩
Ketahuilah (wahai Muhammad) sesungguhnya tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Alloh,
Berdasarkan ayat ini, agar bisa mengetahui serta meyakini dengan sebenarnya tentang hakikat keesaan Alloh, maka berilmu menjadi perintah utama dari Alloh, yang berarti tanpa ilmu maka mustahil pengetahuan, keyakinan pada kebenaran hakekat keesaan Alloh itu bisa diraih!
Maka inilah alasan mengapa menuntut ilmu Al-Qur`an dan Hadits diwajibkan kepada setiap muslim, sebagaimana sabda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam :
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ ... الحديث * رواه ابن ماجه عن أنس بن مالك
Mencari ilmu itu wajib bagi tiap-tiap orang Islam.
Dan bagi orang yang telah mengerti dan memahami ilmunya ia berkewajiban mengamalkan ilmunya. Mengingat firman Alloh :
وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِى أُوْرِثْتُمُوْهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُوْنَ * سورة الزخرف 72
Dan (dikatakan lagi kepada ahli surga), “Surga yang diwariskan kepada kalian itu, disebabkan apa yang telah kalian amalkan.”
Surga dengan beberapa derajat yang ada di dalamnya hanya diberikan kepada orang yang mengamalkan ilmunya, hal ini berdasarkan dalil-dalil sebagai berikut :
Sabda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam :
أَدْخَلَهُ اللهُ الْجَنَّةَ عَلَى ماَ كَانَ مِنَ الْعَمَلِ * رواه البخارى
Alloh akan memasukkannya ke dalam surga menurut banyaknya amal (ibadah yang telah ia kerjakan).
Firman Alloh:
وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِمَّا عَمِلُوْا وَلِيُوَفِّيَهُمْ أَعْمَالَهُمْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُوْنَ * سورة الأحقاف 19
Dan bagi masing-masing (akan mendapatkan) derajat yang sesuai dengan amalan mereka, dan supaya Allah menetapi amalan mereka, sedang mereka tidak dianiaya.
وَالْعَصْرِ * إِنَّ اْلإِنسَانَ لَفِى خُسْرٍ * إِلاَّ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ * سورة العصر 1-3
Demi Masa! Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian; kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh dan mereka saling wasiat pada kebenaran serta mereka saling wasiat tentang sabar.
يَاأَيُّهَا الَّذِيْنِ آمَنُوْا لِمَ تَقُوْلُوْنَ مَا لاَ تَفْعَلُوْنَ * كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللهِ أَنْ تَقُوْلُوْا مَا لاَ تَفْعَلُوْنَ * سورة الصف ٢-٣
Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian amalkan! Amat besar kebenciannya di sisi Allah apabila kalian mengatakan apa yang tidak kalian amalkan!
Kemudian diperkuat oleh sabda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam :
أَشَدُّ النَّاسِ عَذَاباً يَوْمَ الْقِياَمَةِ عاَلِمٌ لَمْ يَنْفَعْهُ عِلْمُهُ * رواه الطبرانى فى الصغير عن أبى هريرة
Manusia yang paling berat siksanya di hari kiamat nanti ialah orang yang berilmu yang tidak bermanfaat ilmunya.
F. Upaya-Upaya Meningkatkan Semangat Mencari Ilmu
Mengingat demikian pentingnya mempelajari dan mendalami Al-Qur`an dan Hadits bagi kita, sementara begitu besar dampak negatif perkembangan teknologi mempengaruhi kesemangatan dalam mencari ilmu Al-Qur`an dan Hadits, maka diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan semangat jama’ah dalam mencari ilmu. Upaya-upaya itu antara lain :
1. Memanfaatkan waktu.
Marilah kita perhatikan dengan seksama, dari waktu demi waktu yang kita lalui, seberapa banyakkah yang kita pergunakan untuk ibadah kepada Alloh, dan seberapa banyakkah yang kita buang percuma? Untuk nonton televisi, menyaksikan film-film cerita, duduk-duduk bersama teman-teman dengan membicarakan hal-hal yang tidak bermanfaat. Maupun untuk hal-hal lain yang bersifat lahan-lahan.
Sungguh sangat beruntung jika waktu yang kita miliki dalam hidup yang sangat terbatas ini lebih banyak kita gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, baik bermanfaat di dunia maupun di akhirat. Dan menggunakan waktu kita untuk mendalami Al-Qur`an dan Al-Hadits adalah pilihan yang paling tepat. Toh waktu jika tidak kita gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat akan merugikan kita, ingat bahwa waktu yang telah berlalu tak akan kembali lagi, bagaikan senjata makan tuan, sebagai mana kata pepatah :
الْوَقْتُ كاَلسَّيْفِ مَنْ لَمْ يَقْطَعْ يُقْطَعْ *
“Waktu itu sebagaimana pedang, barangsiapa yang tidak menggunakannya (untuk hal-hal yang bermanfaat) maka pedang itu akan memotongnya.”
2. Motivasi.
Ada sebuah kisah nyata, seorang cabe rawit yang sedang duduk di samping ayahnya, lalu sang ayah berkata, “Le anakku, kalau kamu telah dewasa nanti ayah akan bangga ketika dapat menyaksikan kamu berhasil meraih sukses dalam karirmu. Tapi ayah akan lebih bangga lagi kalau kamu juga menjadi muballigh bahkan kalau kamu bisa, jadilah gurunya mubaligh, karena dengan kamu jadi mubaligh kelak akan menjadi celengan (tabungan) bagi orang tuamu di hadapan Alloh pada hari kiamat nanti.” Kini cabe rawit itu telah beranjak dewasa, lantaran dorongan semangat dari orang tuanya ia pun berhasil menjadi muballigh, gurunya muballigh, bisa meraih gelar sarjana serta sebagai pengusaha.
Cerita ini menunjukkan bahwa motivasi dari orang tua begitu besar pengaruhnya bagi kesemangatan mencari ilmu.
Maka perlu bagi orang tua, pengurus, penasehat dalam Jama’ah, memberikan penjelasan-penjelasan, keterangan-keterangan yang dapat memotivasi generasi penerus untuk bersemangat mencari ilmu, jadi muballigh, jadi ulama` di dunia dan akhirat.
Sebagaimana dikehendaki oleh Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam :
إِنَّ مِنَ الْبَياَنِ لَسِحْراً * رواه أبو داود
Sesungguhnya sebagian dari keterangan itu bisa menyihir (merubah keadaan).
Disamping itu masih ada upaya-upaya lain yang mungkin dapat menambah kesemangatan didalam mencari ilmu.

Hendaklah dimengerti oleh semua jama’ah bahwa menjadi ahli ilmu yang merupakan perintah dari Alloh dan demikian luhur derajatnya di sisi Alloh itu tidaklah cukup hanya dengan mengerti dan menguasai Qur`an dan Hadits saja. Namun lebih dari itu wajib mengamalkannya, maka orang seperti inilah yang disebut ‘alim, sebagaimana diriwayatkan dari Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam :
وَالْعاَلِمُ الَّذِى يَعْمَلُ * رواه أبو الشيخ
Dan orang yang ‘alim adalah yang mengamalkan ilmunya.
Akhirnya kita berdo’a semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menyentuh hati semua warga Jama’ah yang mendengar dan membaca makalah ini hingga mampu memberi semangat pada dirinya maupun anak-anaknya untuk mencari ilmu, meraih predikat sebagai hamba Alloh yang ahli ilmu, semangat dan merasa mulia menyandang predikat sebagai muballigh muballighot yang faqih, karena itulah predikat yang mulia di sisi Alloh. Amin.
Semoga Qur`an Hadits Jama’ah senantiasa mendapatkan pertolongan dan kemenangan dari Alloh, hingga semua jama’ah bersama-sama masuk ke dalam surga Alloh selamat dari neraka Alloh. Amin.

PENJAGAAN DARI KERUSAKAN MORAL DI ZAMAN AKHIR

PENJAGAAN DARI KERUSAKAN MORAL DI ZAMAN AKHIR الْحَمْدُ للهِ الَّذِى أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُوْرٌ شَكُوْرٌ الَّذِى أَوْجَبَ عَلَيْنَا بِفِعْلِ الْمَأْمُوْرِ وَتَرْكِ الْمَحْظُوْرِ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ  وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَمَّا بَعْدُ : . Sabda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam : لاَيَاْتِى عَلَيْكُمْ عَامٌ اِلاَّ وَالَّذِى بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ * رواه الطبرانى Tidaklah datang atas kalian suatu tahun, melainkan tahun mendatang akan lebih jelek kondisinya daripada tahun-tahun sebelumnya. Berbagai kemajuan di bidang teknologi selain membawa manfaat bagi kehidupan manusia juga membawa dampak negatif. Kemaksiatan, kerusakan moral, pelanggaran-pelanggaran terhadap syariat agama justru semakin merajalela. Kesemuanya menjadi cobaan dan tantangan berat yang harus dihadapi oleh semua jama’ah lebih-lebih generasi mudanya. Betapapun besarnya tantangan dan kerusakan moral di zaman akhir, para jama’ah harus berusaha dengan sungguh-sungguh lahir dan batin untuk mempertahankan keimanan, ketaqwaan dan kefahaman agamanya, sehingga dapat terhindar dari berbagai macam kemaksiatan di muka bumi ini. Lebih-lebih para remaja jama’ah yang mempunyai tugas ganda yaitu sebagai individu jama’ah harus menyelamatkan diri sendiri dan sebagai generus harus menyelamatkan umat di masa yang akan datang. Maka para remaja jama’ah dituntut benar-benar menjadi generasi yang ahli ibadah, faham agama dan alim serta memiliki ketaqwaan yang tinggi, sehingga mampu membentengi diri dari berbagai macam dan bentuk kerusakan di zaman akhir ini, dan pada gilirannya nanti dapat melanjutkan perjuangan Qur`an Hadits Jama’ah ilaa yaumil qiyamah. II. REALITA TANTANGAN ZAMAN AKHIR Satu-satunya jama’ah dimana saja, kapan saja dan bagaimana saja keadaannya supaya tetap, menetapi, memerlu-merlukan dan mempersungguh Qur`an Hadits Jama’ah sampai tutug pol ajal matinya masing-masing dengan diniati mukhlis lillah karena Alloh. Kata-kata mutiara dan nasehat pokok ini selalu terngiang dalam telinga satu-satunya jama’ah. Ungkapan “kapan saja” menunjukkan dimensi waktu yang berarti satu-satunya jama’ah harus mampu menghadapai tantangan zaman. Realita tantangan zaman akhir dewasa ini perlu diketahui dan diwaspadai terutama oleh generasi muda agar tidak sampai terpengaruh, tergoda apalagi sampai terjerumus pada pelanggaran-pelanggaran terhadap syariat agama, kerusakan moral dan kemaksiatan-kemaksiatan yang akhirnya dapat membawa ke dalam jurang neraka. Empat belas abad yang silam Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam telah menceritakan berbagai macam bentuk kerusakan yang bakal terjadi pada zaman akhir, sekarang telah menjadi kenyataan. Perilaku di masyarakat luar yang sudah tidak lagi mempedulikan antara halal-harom, dosa-pahala dan baik-buruk tidak menutup kemungkinan akan mempengaruhi pola hidup remaja jama’ah hingga terjerumus ke dalam dunia kemaksiatan seperti pergaulan bebas, kecanduan narkoba, ekstasi, minuman keras dan pengaruh-pengaruh jelek lainnya. Sabda Rosulullohi Shollallohu ‘alaihi wasallam : إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَكْثُرَ الْجَهْلُ وَيَكْثُرَ الزِّنَا وَيَكْثُرَ شُرْبُ الْخَمْرِ وَيَقِلَّ الرِّجَالُ وَيَكْثُرَ النِّسَاءُ حَتَّى يَكُوْنَ لِخَمْسِيْنَ امْرَأَةً الْقَيِّمُ الْوَاحِدُ * رواه البخارى عن أنس Sesungguhnya sebagian dari tanda-tanda kiamat ialah diangkatnya (dicabutnya) ilmu, banyak kebodohan, banyak perzinaan, banyak minuman keras dan sedikit laki-laki serta banyak perempuan sehingga 50 orang perempuan diramut satu orang laki-laki. إِنَّ إِبْلِيْسَ الْمَلْعُوْنَ يَخْطُبُ شَيَاطِيْنَهُ فَيَقُوْلُ عَلَيْكُمْ بِاللَّمَمِ وَبِكُلِّ مُسْكِرٍ وَبِالنِّسَاءِ فَاِنِّى لَمْ أَجِدْ جِماَعَ الشَّرِّ إِلاَّ فِيْهَا * رواه الديلمى عن أبى الدرداء Sesungguhnya Iblis yang dilaknat berkata kepada syetan-syetannya (bala tentaranya), “Menetapilah kalian (menggodalah kepada anak Adam) dengan (melakukan) dosa-dosa kecil dan tiap-tiap yang memabukkan dan (pelanggaran) terhadap wanita, maka sesungguhnya aku tidak menjumpai kumpulnya kejelekan kecuali di dalamnya (tiga perkara).” Memperhatikan hadits di atas kiranya ada dua bentuk kemaksiatan yang perlu mendapat perhatian kita semua yang menjadi simbul kerusakan dan kehancuran di muka bumi ini yaitu : merajalelanya perzinaan yang biasa disebut free sex dan maraknya minuman keras dengan berbagai bentuk dan namanya. A. Perzinaan (Free Sex) Melihat pergaulan para pelajar, mahasiswa dan anak-anak remaja, pada umumnya sekarang ini, sungguh kita akan dibuat mengerutkan dahi dan geleng-geleng kepala. Bukan karena kagum dan salut atas apa yang mereka lakukan, tapi justru prihatin, jijik dan tidak habis pikir terhadap apa yang mereka lakukan. Apa yang harus kita katakan ketika kita mendapati para pelajar dengan beraninya berbuat asusila bahkan merekam adegan mesum mereka itu dalam ponsel-ponsel kamera mereka? Apa yang harus kita katakan ketika kita menyaksikan berita di TV tentang para pelajar dan seorang guru yang melakukan “pesta seks” di ruang kelas seperti yang terjadi di Cianjur baru-baru ini? Apa yang harus kita katakan saat kita mendengar pengakuan beberapa oknum siswi di TV, bahwa mereka telah terbiasa untuk melayani para lelaki hidung belang yang usianya lebih pantas sebagai bapak dan kakek mereka? Sungguh bibir kita seolah terkunci dan tidak bisa berkata apa-apa. Kita hanya bisa prihatin dan mengelus dada. Sudah demikian bobroknyakah akhlaq dan moral manusia di zaman akhir ini? Pola hidup freesex, benar-benar telah menjadi pilihan hidup sebagian dari mereka. Na’udzu billah min dzalik! Semoga Alloh memberikan hidayahNya dan bila tidak, semoga Alloh menjaga dan menyelamatkan diri kita dari perbuatan-perbuatan mereka. Hasil penelitian Synovate Research yang dilakukan sejak September 2004 tetang perilaku seksual remaja di 4 kota, yaitu Jakarta, Bandung, Medan dan Surabaya, sungguh membuat kita terperanjat. Dari 450 responden berusia 15-24 tahun yang tersebar di 4 kota tersebut, 44% responden mengaku bahwa mereka sudah pernah mempunyai pengalaman seks di usia 16 sampai 18 tahun. Sementara 16% lainnya mengaku pengalaman seks itu sudah mereka dapatkan saat berusia antara 13-15 tahun. Selain itu, pengakuan mereka menyatakan bahwa rumah adalah menjadi tempat paling favorit untuk melakukan hubungan seks bebas (40%). Sisanya, mereka memilih hubungan seks di tempat kost (26%) dan di hotel (26%). Dan juga hasil polling yang dilakukan oleh Sahabat Anak Remaja (Sahara) Indonesia Foundation menghasilkan sedikitnya 38.288 remaja di Kabupaten Bandung diduga pernah berhubungan intim di luar nikah atau melakukan seks bebas. Berdasarkan hasil polling lewat telepon sebetulnya 20% dari 1.000 remaja pernah melakukan seks bebas. Hasil itu terjadi pada remaja di daerah perkotaan seperti Soreang, Banjaran dan lain-lain. Setelah dikaitkan dengan kenyataan dan bahkan banyak remaja yang tinggal di pedesaan diperkirakan 5% sampai 7% remaja di Kabupaten Bandung telah melakukan seks bebas. Jumlah remaja di Kab. Bandung sebanyak 765.762, jadi remaja yang melakukan seks bebas antara 38.288 hingga 53.603 orang. Dari hasil polling juga diketahui, dari sekitar 200 remaja yang melakukan seks bebas 50 % atau 100 remaja hamil. (Pikiran Rakyat, 9 Juli 2004) Baru-baru ini Kota Yogyakarta juga digegerkan hasil penelitian seks pranikah oleh suatu lembaga di kota itu yang menyatakan 97.05% mahasiswi dari 1.660 responden telah melakukan hubungan seks pranikah. (Suara Merdeka, 2 Agustus 2002) Kemudian penelitian Pusat Penelitian Kependudukan, UGM (1991) pada remaja berumur 14-24 tahun di Manado, mengungkapkan laki-laki 151 orang dan 146 orang perempuan terbukti 26.6% melakukan perilaku seks pranikah. Penelitian lain dilakukan oleh Lembaga Sahabat Remaja di Medan yang melaporkan data tahun 1990 ada 80 remaja usia 14-24 tahun hamil sebelum menikah. (Tempo, 28 September 1991) Data tersebut menunjukkan bahwa pola hidup freesex sudah dianut oleh sebagian pelajar, mahasiswa dan remaja pada umumnya. Ini jelas sangat memprihatinkan. Karena sejatinya hubungan seks adalah hubungan suci yang baru boleh dilakukan oleh pasangan yang sudah sah untuk melakukannya. Denga fakta seperti ini, hubungan seks seolah-olah menjadi sesuatu yang sangat murah dan gampang. Hubungan seks begitu mudahnya dilakukan atas nama “cinta” dan “kasih sayang”. Sebagian remaja bahkan ada yang berpandangan bahwa tidak dinamakan pacaran kalau belum melakukan ML (making love; persetubuhan). Tidak mengherankan bila pergaulan bebas dan freesex kini menjadi tidak asing lagi di kalangan remaja. Sudah sebegitu rendahnyakah moral dan religiusitas kalangan remaja sekarang ini? Pasti! Pola hidup pergaulan bebas dan freesex yang kini mulai mewabah di tengah-tengah kehidupan masyarakat kita adalah pertanda bahwa masyarakat kita telah mengalami krisis moral dan agama. Bagaimana tidak, secara tegas Alloh melarang manusia dari mendekati perbuatan zina, tapi mereka bahkan beramai-ramai melakukannya. Alloh menegaskan dalam Al Qur`an : وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّه كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيْلاً * سورة الإسراء 32 Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah sesuatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. Larangan zina dalam ayat di atas sangat tegas, bahkan Alloh melarang dengan kalimat “jangan kalian dekati zina”. Larangan ini mengandung arti, zina merupakan perbuatan yang sangat keji dan akan mendatangkan madlorot karena itu harus dijauhi sejauh-jauhnya, tidak saja zinanya tetapi juga semua perbuatan yang mengarah kepada zina. Sangat masuk akal, apabila larangan zina dengan stressing (penekanan) seperti itu, karena zina merupakan perbuatan yang sangat sulit dijauhi apabila seseorang memiliki kesempatan untuk melakukannya. Mungkin orang bisa kuat untuk menahan dirinya agar tidak mencuri, tidak mendholimi orang lain, tidak berkata dusta dan lain sebagainya. Tetapi untuk menghindarkan diri dari perbuatan zina manakala ia memiliki kesempatan adalah perjuangan yang sangat berat. Karena itu, banyak orang-orang terhormat yang jatuh harga dirinya disebabkan melakukan zina. Demikian juga banyak kalangan remaja yang semestinya masih menekuni bangku sekolah, gagal di tengah jalan akibat perzinaan. Hal ini terjadi karena zina sangat berkait dengan kebutuhan biologis manusia yang ditumpangi dan dipengaruhi oleh hawa nafsu. Padahal nafsu senantiasa mengajak manusia kepada kejelekan. Sebagaimana ungkapan Nabi Yusuf Alaihis salam dalam Al-Qur`an : وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِى إِنَّ النَّفْسَ لأَمَّارَةٌ بِالسُّوْءِ إِلاَّ مَارَحِمَ رَبِّى إِنَّ رَبِّى غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ * سورة يوسف 53 Dan aku (Yusuf) tidak akan membiarkan diriku (hawa nafsuku), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Karena itu, Alloh melarang zina tidak hanya pada perbuatannya, tetapi segala sesuatu yang dapat mengakibatkan zina. Secara logika dapat dikatakan jika perbuatan yang dapat mengarahkan kepada zina saja dilarang apalagi perbuatan zinanya. Maka sangat tidak berdasar orang-orang yang mengatakan : “Yang dilarang bukan zinanya, tetapi perbuatan yang mendahului zina”. Ungkapan ini diucapkan orang-orang yang mencari celah untuk melakukan perzinaan. Islam tidak hanya melarang perzinaan tetapi juga memberikan sanksi keras terhadap para pezina. Sebagaimana disebutkan dalam firman Alloh : الزَّانِيَةُ وَالزَّانِى فَاجْلِدُوْا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِاْئَةَ جَلْدَةٍ وَلاَ تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِى دِيْنِ اللهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الأخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ* سورة النور 2 Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kalian untuk (menjalankan) agama Allah, jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. Dalam ayat diatas disebutkan bahwa hukuman bagi pezina baik laki-laki maupun perempuan adalah dijilid 100 kali di hadapan orang banyak. Dalam suatu hadits selain dijilid 100 kali, pezina juga setelah dijilid harus diasingkan selama 1 tahun. Bahkan bagi pezina yang sudah menikah dan pernah menikah hukumannya diranjam, yaitu setengah badannya ditanam lalu dilempari batu sampai meninggal. Lebih dari itu, disadari atau tidak, dengan berpola hidup pergaulan bebas dan freesex, sebenarnya sama halnya dengan mempersiapkan diri untuk menerima adzab dari Alloh, karena secara terang-terangan telah menentang Alloh dan melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkanNya. Sabda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam : إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِى قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلَّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ * رواه الحاكم Apabila zina dan riba telah merajalela di suatu negeri, berarti mereka telah menyediakan diri mereka untuk disiksa Alloh. Ditinjau dari segi sosiologi dan agama, ada beberapa sebab yang menjadikan remaja sangat mudah terjebak dalam perzinaan, di antaranya: 1. Tidak berpikir panjang. Dorongan seksual yang sedang bergejolak di kalangan remaja menyebabkan tidak berpikir panjang. Sebagian remaja lebih memilih melampiaskan hasratnya ketimbang memikirkan dampak negatifnya. Padahal akibat dari kenikmatan sesaat itu menyebabkan dirinya menderita selama-lamanya, terutama pada remaja perempuan apabila sampai hamil. Derita remaja perempuan ketika hamil akibat seks bebas dua kali lebih berat bahkan mungkin sepuluh kali lebih berat dibandingkan yang dialami remaja laki-laki. Sebab remaja perempuan disamping harus menanggung malu kepada keluarga dan masyarakatnya, kehilangan masa depannya karena biasanya menyebabkan putus sekolah, kerepotan mengurusi anak pada umur yang masih belia tanpa adanya seorang ayah di sampingnya, juga ia harus tetap mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Alloh di hari perhitungan nanti. Sedangkan derita remaja laki-laki lebih bersifat ukhrowi. Sebab kaum laki-laki tidak mengandung, sehingga sungguhpun telah melakukan zina mungkin tidak diketahui oleh masyarakat. Karena itu, seharusnya remaja putri memiliki pemikiran yang lebih panjang agar tidak terjerumus kepada seks bebas atau perzinaan. Insya Alloh jika remaja putri dapat tahan terhadap “godaan”, perzinaan tidak akan terjadi dan masa depan dapat terselamatkan. Demikian juga remaja putra, jangan mentang-mentang karena tidak memiliki resiko dunia seperti yang dirasakan remaja putri, lalu dengan seenaknya mengumbar nafsu. Ingat tidak semua taubat manusia diterima begitu saja tanpa mengerjakan aturan-aturan khusus yang sudah ditetapkan dalam hukum agama untuk menyelesaikan taubat. Dan yang pasti adzab Alloh di akhirat sangat pedih. 2. Tidak merasa diawasi. Ketika sedang berduaan dengan sang kekasih biasanya remaja merasa seakan dunia ini hanya milik berdua. Sehingga ia melakukan apa saja yang disebutkanya sebagai perwujudan kasih sayang kepada kekasihnya. Ia tidak ingat saat sendirian, sebenarnya berduaan, sebab yang kedua adalah Alloh. Saat berdua sebenarnya bertiga, sebab yang ketiga adalah Alloh. Saat bertiga sebenarnya berempat, sebab yang keempat adalah Alloh. dan seterusnya. Sebagaimana firman Alloh : أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَا فِى السَّمَاوَاتِ وَمَا فِى الأَرْضِ مَا يَكُوْنُ مِنْ نَجْوى ثَلاثَةٍ إِلاَّ هُوَ رَابِعُهُمْ وَلاَ خَمْسَةٍ إِلاَّ هُوَ سَادِسُهُمْ وَلاَ أَدْنى مِنْ ذَالِكَ وَلاَ أَكْثَرَ إِلاَّ هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا كَانُوْا ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوْا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّ اللهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ * سورة المجادلة 7 Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Hilangnya perasaan “merasa diawasi” inilah salah satu yang menyebabkan remaja sangat mudah melakukan perzinaan. Padahal tidak ada ruang di dunia ini yang terlepas dari pengawasan Alloh. Alloh Maha Tahu dan Alloh tidak pernah tidur ataupun lengah dalam mengawasi apa yang terjadi pada alam semesta ini. Dan yang jelas apabila laki-laki perempuan berduaan maka diantaranya adalah syetan yang telah siap dengan jurus-jurus mautnya untuk mendorong ke pelanggaran besar. 3. Pergaulan bebas. Pergaulan bebas antara remaja yang berlainan jenis sangat memicu terjadinya perzinaan. Bagaiman tidak, jika mereka selalu dengan lawan jenisnya, terutama pada tempat-tempat yang tidak ada pengawasan orang lain, tentu sulit bagi mereka untuk menghindari perzinaan. Sebab saat itu gelora nafsunya muncul dan suasananya memungkinkan untuk melakukannya. Sementara mereka tidak berpikir panjang serta tidak memiliki perasaan bahwa diawasi. Karena itu, Alloh melarang perbuatan yang dapat menyebabkan terjadinya zina. Pergaulan bebas adalah jembatan emas yang akan mengantarkan kepada perzinaan. Seks sebenarnya anugerah yang diberikan Alloh pada makhluk-makhlukNya seperti binatang, tumbuh-tumbuhan dan khususnya manusia. Karena itu amat wajar kalau manusia memiliki gairah seksual dan ingin melampiaskan keinginan seksualnya. Alloh Subhanahu wata’ala sendiri tidak pernah melarang manusia untuk melampiaskan keinginan seksualnya selama menempuh jalur yang dihalalkan, cara-cara yang benar dan pada saat yang tidak dilarang. Jalur yang dibenarkan Alloh bagi manusia untuk melampiaskan keinginan seksnya itu adalah jalur pernikahan. Khususnya bagi remaja jama’ah, gairah seksual yang mulai tumbuh dalam dirinya harus dapat dikendalikan. Remaja jama’ah harus mampu mendahulukan kepentingan yang lebih berjangka panjang, yaitu mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan, baik masa depan sendiri maupun masa depan jama’ah. Karena itu, untuk mengatasi keinginan seksualitas yang mulai muncul pada remaja, sebaiknya remaja disibukkan dengan berbagai kegiatan yang menunjang masa depannya, seperti giat belajar, semangat mengaji, rajin mengikuti kegiatan yang positif, seperti : berolah raga, mengikuti kursus-kursus dan lain sebagainya. Dengan cara demikian para remaja jama’ah insya Alloh akan mampu mengatasi gejolak seksualnya. 4. Pornografi dan pornoaksi, sumber fantasi kotor. Sebenarnya pola hidup free sex, sedikit banyak juga dipengaruhi oleh pornografi dan pornoaksi yang kini marak di tengah-tengah masyarakat kita. Lihat saja internet, reklame, komik majalah, tabloid dan kalender! Gambar-gambar yang mereka tampilkan seringkali mengedepankan unsur-unsur pornografi untuk menarik perhatian konsumen. Ketika kita mengunjungi kios-kios koran misalnya, kita akan dengan mudah menemukan tabloid-tabloid bergambar syuur, bahkan biasanya tabloid-tabloid semacam ini dipajang di depan untuk menarik perhatian konsumen. Atau perhatikan saja tayangan-tayangan TV, tayangan-tayangan yang berbau pornografi dan pornoaksi dengan vulgarnya ditayangan oleh beberapa stasiun TV swasta, pada jam-jam tayang yang masih sangat memungkinkan bagi anak-anak usia remaja untuk melihatnya. Bahkan sinetron dan film yang lekat aroma pornografi pun ditayangkan secara bebas pada jam-jam tayang sore. Ini jelas sangat membahayakan! Pornografi dan pornoaksi benar-benar telah menyebar ke seluruh lapisan masyarakat kita. Tengoklah, betapa masyarakat kita akan dengan mudah menemukan koran, tabloid dan VCD porno dengan harga yang sangat murah di pinggir-pinggir jalan. Bagaimanapun, acara dan tayangan-tayangan pornografi akan mempengaruhi faktor psikologi pemirsanya. Tayangan semacam itu akan menimbulkan fantasi kotor bagi pemirsanya, terutama bagi mereka yang belum menikah. Dan jika acara dan tayangan itu disaksikan oleh anak-anak usia remaja, maka hal itu akan sangat berbahaya, karena setiap remaja mempunyai kecenderungan untuk meniru dan mencoba. Mereka ingin merasakan dan mengalami apa yang belum pernah mereka rasakan. Apalagi dari sisi usia, mereka memang sedang mengalami masa pubertas. Tidaklah mengherankan jika kemudian muncul berbagai tindak penyimpangan ataupun kekerasan seksual yang dilakukan oleh anak-anak yang masih dalam usia remaja, seperti seks bebas (pesta seks), pelecehan seksual, bahkan pemerkosaan. Dan apa alasan yang sering mereka kemukakan saat diinterogasi oleh polisi tentang mengapa mereka berbuat seperti itu? Sebagian besar dari mereka mengatakan bahwa mereka berbuat seperti itu karena terpengaruh oleh bacaan porno ataupun tayangan porno yang mereka saksikan lewat VCD ataupun di TV. Bahkan beberapa waktu lalu kita sempat dibikin mengelus dada oleh kasus pencabulan yang dilakukan oleh seorang bocah SD terhadap teman perempuan sekelasnya. Dan apa alasan yang dikemukakannya saat ia ditanya mengapa ia berbuat seperti itu? Jawabannya sungguh di luar dugaan! ia melakukan tindak pencabulan itu hanya karena ingin meniru apa yang dilihatnya lewat VCD porno yang sedang sering diputar oleh kakaknya. Na’udzu billah. Disamping itu para remaja jama’ah supaya betul-betul berusaha untuk menghindari segala sesuatu yang mengarah kepada perzinaan, diantaranya yaitu : a. Tidak menyentuh perempuan yang bukan mahromnya. Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda : لأَنْ يُطْعَنَ فِى رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ * رواه الطبرانى Niscaya jika kepala salah satu diantara kalian ditusuk dengan jarum besi itu lebih baik daripada menyentuh perempuan yang bukan mahromnya. لأَنْ يَزْحَمَ رَجُلاً خِنْزِيْرٌ مُتَلَطِّحٌ بِطِيْنٍ أَوْحَمْأَةٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَزْحَمَ مَنْكِبَهُ مَنْكِبَ امْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ * رواه الطبرانى Niscaya jika babi hutan yang berlumuran tanah atau lumpur yang busuk menempel pada seorang laki-laki itu lebih baik daripada pundaknya menempel pada perempuan yang tidak hahal baginya. b. Tidak berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahromnya. Dilarang laki-laki dan perempuan yang bukan mahromnya untuk berdua-duaan. Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda : وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الأَخِرِ فَلاَ يَخْلُوَنَّ بِامْرَأَةٍ لَيْسَ مَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ مِنْهَا ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ * رواه أحمد عن جابر بن عبد الله Barangsiapa beriman kepada Alloh dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahromnya, karena yang ketiganya adalah syetan. إِيَّاكُمْ وَالدُّخُوْلََ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ اْلأَنْصَارِ يَا رَسُوْلَ اللهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ؟ قَالَ: الْحَمْوُ الْمَوْتُ * رواه البخارى عن عقبة بن عامر Jauhilah oleh kalian masuk di kalangan wanita. Ada seorang Anshor bertanya kepada Nabi, “Bagaimana pendapatmu tentang ipar?” Nabi menjawab, “(Bersendirian dengan) ipar itu adalah kematian (berbahaya).” c. Harus menjaga mata atau pandangan. Perhatikan batasan-batasan yang diberikan oleh Alloh dan RosulNya di bawah ini : Firman Alloh : قُلْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ ذَالِكَ أَزْكى لَهُمْ إِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا يَصْنَعُوْنَ * وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ ...الأية * النور 30-31 Katakanlah kepada laki-laki iman hendaklah mereka memejamkan pandangan mereka (dari yang harom) dan menjaga kehormatan mereka, yang demikian itu lebih suci (terjaga) bagi mereka. Sesungguhnya Alloh Waspada terhadap apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita-wanita iman hendaklah mereka memejamkan mata mereka (dari yang haroam) dan menjaga kehormatan mereka. Yang dimaksudkan menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak melepaskan pandangan begitu saja apalagi memandangi lawan jenis penuh dengan gelora nafsu. Kita hanya dibolehkan memandang lawan jenis tanpa kesengajaan dan tidak boleh berlebihan. Sebagaimana pesan Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam kepada Ali : يَاعَلِيٌّ لاَ تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ ، فَإِنَّ لَكَ الأُوْلَى وَلَيْسَتْ لَكَ الأَخِرَةُ * رواه أبو داود عن بريدة “Hai Ali, jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan yang lainnya. Kamu hanya boleh pada pandangan pertama, adapun yang berikutnya tidak boleh.” Pandangan liar (berlebihan) kepada lawan jenis diterangkan dalam sebuah hadits dinyatakan Rosululloh sebagai zinanya mata, dinamakan berzina karena dalam memandangnya mendatangkan kesenangan seksualitas dengan jalan yang tidak dibenarkan syariah. d. Menutup aurot. Diwajibkan bagi kaum wanita untuk menjaga aurot dan dilarang memakai pakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, kecuali untuk suaminya. Dalam hadits dikatakan bahwa wanita yang keluar rumah dengan berpakaian yang mempertontonkan lekuk tubuh, memakai minyak wangi yang baunya semerbak, memakai make-up dan sebagainya, setiap langkahnya dikutuk oleh para malaikat, dan setiap laki-laki yang sengaja memandangnya itu dosa (termasuk zina mata). Di hari kiamat nanti perempuan yang seperti itu tidak akan mencium baunya surga (apalagi masuk surga). Dan yang jelas seluruh tubuh perempuan itu adalah aurot yang senantiasa menjadikan perhatian lawan jenisnya karena penampilannya selalu dihiasi oleh setan. Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda : الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ ، فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ * رواه الترمذى عن عبدالله Perempuan itu adalah aurot, maka ketika keluar dimuliakan (dihiasi) oleh syetan. B. Minuman Keras, Narkotika dan Obat-obat Terlarang (Narkoba) Mengkonsumsi narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba) yang biasa disebut nge-drug dan minuman keras di kalangan remaja dan anak muda di luar benar-benar mencapai taraf yang sangat mengkuatirkan. Perilaku buruk ini seolah-olah telah menjadi hal yang lumrah dan biasa di kalangan remaja. Bahkan menurut survey berbagai lembaga penelitian, penyalahgunaan narkoba kini telah melanda siswa SD. Sebagai contoh, berdasarkan survey salah satu surat kabar nasional, antara Januari sampai Mei 2003, di Jakarta Utara sudah ditangkap 30 pelajar SD yang menggunakan obat-obatan berbahaya. Itu data tahun 2003! Dengan trend tindak penyalahgunaan narkoba yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, dapat kita bayangkan betapa banyak anak-anak usia sekolah yang telah terjerumus dalam tindak penyalahgunaan narkoba sampai saat ini. Tentu sangat mengerikan untuk kita bayangkan! Nge-drug (penyalahgunaan obat-obat terlarang) adalah tindakan bodoh yang sama dengan menjerumuskan diri ke dalam pintu gerbang kehancuran. Nge-drug adalah perilaku yang sangat merugikan, baik secara jasmani maupun rohani. Dari segi jasmani, orang yang gemar mengkonsumsi minuman keras dan obat-obat terlarang akan mengalami gangguan kesehatan yang sangat serius. Legenda sepakbola Argentina, Diego Armando Maradona, misalnya, harus mengakhiri karirnya di lapangan hijau lebih cepat, karena ketergantungan yang luar biasa terhadap obat-obat terlarang. Ia bahkan harus bertahun-tahun masuk pusat rehabilitasi untuk menyembuhkan ketergantungannya terhadap obat-obat terlarang, yang menyebabkan ia menderita penyakit jantung. Pesepakbola Inggris, yang juga legenda klub sepakbola “Setan Merah” Manchester United, George Best, juga harus mengalami sekarat yang mengerikan saat-saat menjelang ajal, karena ketergantungannya yang hebat terhadap minuman keras. Ini baru sedikit contoh! Berapa banyak para pemakai narkoba yang mati mendadak karena over dosis? Barangkali sudah tak terhitung jumlahnya. Dan juga banyak nyawa melayang sia-sia di jalan raya setelah meminum minuman keras atau narkoba. Dari segi rohani, orang-orang yang gemar nge-drug, maka ia akan mudah hilang kesadarannya dan mudah melakukan tindak kriminalitas yang sangat keji dan menjijikkan di luar dugaan. Sebagai contoh, di India pernah terjadi seorang ibu terpaksa memukul anaknya sendiri hingga tewas, karena anaknya itu mencoba untuk memperkosa dirinya. Selidik punya selidik, ternyata anaknya itu pulang dalam keadaan mabuk dan sedang dalam pengaruh minuman keras. Berbagai tindak kriminal pencabulan terhadap anak kandung atau terhadap saudara sendiri, yang sering kita saksikan dalam berita-berita kriminalitas di berbagai stasiun TV, juga seringkali disebabkan karena pelakunya dalam pengaruh minuman keras ataupun obat-obat terlarang. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa narkotika dan zat adiktif bisa menutupi akal dan menghilangkan kesadaran pemakainya. Pemakai narkotika yang sedang fly (setengah sadar), akan merasakan adanya sesuatu yang masuk ke dalam tubuhnya. Seolah-olah ada orang lain dalam dirinya, hatinya bicara sendiri, dan seolah-olah yang ia rasakan bukan dirinya. Karenanya, ia akan lupa akan dirinya dan mudah dikendalikan dari luar, sehingga segala gerakan dan perilakunya bukanlah kehendak dirinya sendiri. Segala tindakannya sudah di luar kontrol dirinya. Gambaran singkat diatas menunjukkan betapa nge-drug adalah tindakan bodoh yang hanya akan menyeret pemakainya dalam kehancuran. Nge-drug adalah tindakan yang sangat merugikan, baik ditinjau dari segi kesehatan, terlebih lagi dari segi moral dan agama. Nge-drug harus benar-benar kita jauhkan dari “kamus kehidupan” kita. Bukankah agama manapun melarang pemeluknya untuk mabuk-mabukan dan menyalahgunakan narkoba? Apalagi dalam Islam. Alloh Rosul dengan tegas melarang mengkonsumsi minuman keras ataupun penyalahgunaan narkoba. Dalam Al-Qur`an Alloh berfirman : يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَاْلأَنْصَابُ وَاْلأَزْلاَمُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ * سورة المائدة 90 Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khomr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan syetan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan. Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam juga telah menegaskan dalam haditsnya : كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ ... الحديث * رواه مسلم عن ابن عمر Setiap yang memabukkan itu adalah khomr, dan tiap-tiap yang memabukkan adalah harom. وَثَلاَثَةٌ لاَ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ الْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ وَالْمُدْمِنُ عَلَى الْخَمْرِ وَالْمَنَّانُ بِمَا اَعْطَى * رواه النسائى عن عبدالله Ada tiga golongan yang tidak akan masuk surga, yaitu orang yang menentang (menyakiti hati) kedua orang tuanya, dan orang yang membiasakan minum arak, dan orang yang mengungkit-ungkit terhadap apa yang ia berikan. Agar remaja jama’ah tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, maka ada beberapa hal yang harus dilakukan, antara lain : 1. Mengetahui dan memahami keharoman mengkonsumsi narkoba dari sudut agama. Satu-satunya jama’ah termasuk para remajanya harus mengetahui dan memhami bahwa mengkonsumsi narkoba hukumnya harom, karena memabukkan maka sama dengan minuman keras (khomr). Alloh Subhanahu wata’ala berfirman : يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَاْلأَنْصَابُ وَاْلأَزْلاَمُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ * سورة المائدة 90 Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khomr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan syetan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan. Rosullulloh Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda : كُلُّ مَسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ ... الحديث * رواه مسلم عن ابن عمر Setiap yang memabukkan adalah khomr dan setiap khomr adalah harom. وَالْخَمْرُ مَا خَامَرَ الْعَقْلَ ... الحديث * رواه أبو داود عن عمر Adapun khomr itu ialah sesuatu yang bisa menghilangkan akal. 2. Meningkatkan taqorrub ilalloh. Agar remaja tidak mudah terpengaruh oleh ajakan atau bujukan kawan dan mampu mengatasi rasa keingintahuannya, maka remaja harus meningkatkan pendekatan dirinya kepada Alloh yaitu dengan menertibkan dan meningkatkan ibadah kepada Alloh seperti, meningkatkan kekhusyu’an sholatnya dan banyak melakukan sholat-sholat sunnah terutama sholat malam sambil memohon penjagaan dan keselamatan dari Alloh dari berbagai macam kemaksiatan. Perhatikan dalil-dalil di bawah ini : Firman Alloh : وَأَقِمِ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهى عَنِ الْفَخْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ... الأية * سورة العنكبوت 45 Dan tegakkanlah sholat, sesungguhnya sholat itu bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan sabda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam : عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحيْنَ قَبْلَكُمْ وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللهِ وَمَنْهَاةٌ عَنِ الإِثْمِ وتَكْفِيْرٌ لِلسَّيِّئَاتِ ومَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الْجَسَدِ * رواه الترمذى عن بلال Menetapilah kalian dengan sholat malam sebab sesungguhnya sholat malam itu kebiasaan orang-orang sebelum kalian dan bisa lebih mendekatkan diri kepada Alloh, mencegah dari dosa, menghilangkan dan menolak penyakit dari tubuh. 3. Menyibukkan diri dalam kegiatan-kegiatan yang positif. Dengan mengikuti dan menyibukkan diri dalam kegiatan-kegiatan yang positif seperti senam barokah, sepakbola, volley, silat Asad (sebagai salah satu program bela negara), kursus ketrampilan dan lain-lain, seorang remaja akan terhindar dari kekosongan waktu. Kekosongan waktu biasanya mendorong remaja keluar rumah dan menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang dapat menyeret dirinya kepada hal-hal yang negatif termasuk penyalahgunaan narkoba. Namun jika seorang remaja memiliki banyak kegiatan, ia tidak sempat lagi kongkow-kongkow (cangkruk-nggedobos) dengan teman-temannya untuk sesuatu yang tidak ada manfaatnya. 4. Memilih teman dekat (muqollid) yang baik. Pergaulan akan mempengaruhi perilaku seseorang. Orang yang berteman dengan orang yang baik, kemungkinan besar ia akan baik. Sebaliknya orang yang berteman dengan orang jahat, kemungkinan besar ia juga akan ikut jahat. Karena itu, remaja jama’ah hendaknya memilih teman yang baik, yang kuat agamanya, kuat imannya, yang ahli ibadah agar ia juga ikut baik. 5. Selalu memikirkan akibat dari perbuatannya. Remaja jama’ah harus memiliki pandangan yang luas dan berwawasan ke depan. Ia harus mampu memikirkan semua perbuatannya, apa dampak positif dan negatifnya. Jika suatu perbuatan akan mendatangkan dampak negatif, maka ia harus menjauhinya. Dalam hal penyalahgunaan narkoba jelas dampak negatifnya sangat banyak, karena itu tidak ada pilihan lain bagi remaja jama’ah, kecuali wajib menjauhinya. Perhatikan sabda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam : إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تَفْعَلَ أَمْرًا فَتَدَبِّرْ عَاقِبَتَهُ فَإِنْ كَانَ خَيْرًا فَامْضِهِ وَإِنْ كَانَ شَرًّا فَانْتَهِ* رواه ابن المبارك Ketika kamu akan mengerjakan suatu perkara maka pikirkanlah, jika perkara itu baik maka teruskanlah dan jika perkara itu jelek maka berhetilah. Jika remaja jama’ah mampu melaksanakan 5 hal diatas, insya Alloh remaja jama’ah mampu menjaga dirinya dari ancaman narkoba. Bila remaja-remaja yang mampu mengendalikan dirinya dari penyalahgunaan narkoba dan larangan-larangan agama lainnya, insya Alloh para remaja jama’ah akan dapat meraih masa depannya dengan gemilang, “hidup mulia mati masuk surga”. Oleh karena itu, tanamkanlah tekad yang kuat di dalam hati, dan nyatakanlah dengan lantang : "Say no to drug" - "Katakan tidak terhadap narkoba". III. UPAYA-UPAYA UNTUK MENANGGULANGI BERBAGAI MACAM BENTUK KERUSAKAN-KERUSAKAN DI ZAMAN AKHIR Sebagai orang jama’ah hidup di zaman akhir adalah ibarat tubuh yang dikelilingi banyak kuman penyakit, apabila daya tahan tubuh kita rendah maka gampang terjangkit penyakit, tetapi apabila daya tahan tubuh kita kuat tidak mudah terkena penyakit. Begitu pula keimanan dan ketaqwaan di zaman akhir ini. Walaupun di luar jama’ah telah terjadi kerusakan moral manusia, kemaksiatan melanda di mana-mana, tetapi jika keimanan dan ketaqwaan kita kuat maka tidak akan terpengaruh dengan situasi seperti tersebut diatas. Kerusakan manusia pada zaman akhir bukan hanya merebaknya kemaksiatan yang ditandai dengan merajalelanya perzinaan dan banyaknya minuman keras tetapi juga merosotnya nilai-nilai akhlaqul karimah seperti hilangnya rasa malu berbuat dosa bahkan merasa bangga melanggar aturan agama, hilangnya rasa hormat anak kepada orang tuanya bahkan berani kepada orang tuanya, siswa berani kepada gurunya, kepada ulama`nya, banyak terjadi pencurian, perampokan, perjudian, pembunuhan, perkelahian antar pelajar, antar kampung, antar etnis, antar golongan, hilangnya sifat jujur, amanah, banyak orang menghambur-hamburkan harta dan malas bekerja. Untuk itu perlu kita upayakan usaha untuk menanggulangi kerusakan di zaman yang sudah akhir ini antara lain :

PENJAGAAN DARI KERUSAKAN MORAL DI ZAMAN AKHIR

PENJAGAAN DARI KERUSAKAN MORAL DI ZAMAN AKHIR الْحَمْدُ للهِ الَّذِى أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُوْرٌ شَكُوْرٌ الَّذِى أَوْجَبَ عَلَيْنَا بِفِعْلِ الْمَأْمُوْرِ وَتَرْكِ الْمَحْظُوْرِ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ  وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَمَّا بَعْدُ : . Sabda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam : لاَيَاْتِى عَلَيْكُمْ عَامٌ اِلاَّ وَالَّذِى بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ * رواه الطبرانى Tidaklah datang atas kalian suatu tahun, melainkan tahun mendatang akan lebih jelek kondisinya daripada tahun-tahun sebelumnya. Berbagai kemajuan di bidang teknologi selain membawa manfaat bagi kehidupan manusia juga membawa dampak negatif. Kemaksiatan, kerusakan moral, pelanggaran-pelanggaran terhadap syariat agama justru semakin merajalela. Kesemuanya menjadi cobaan dan tantangan berat yang harus dihadapi oleh semua jama’ah lebih-lebih generasi mudanya. Betapapun besarnya tantangan dan kerusakan moral di zaman akhir, para jama’ah harus berusaha dengan sungguh-sungguh lahir dan batin untuk mempertahankan keimanan, ketaqwaan dan kefahaman agamanya, sehingga dapat terhindar dari berbagai macam kemaksiatan di muka bumi ini. Lebih-lebih para remaja jama’ah yang mempunyai tugas ganda yaitu sebagai individu jama’ah harus menyelamatkan diri sendiri dan sebagai generus harus menyelamatkan umat di masa yang akan datang. Maka para remaja jama’ah dituntut benar-benar menjadi generasi yang ahli ibadah, faham agama dan alim serta memiliki ketaqwaan yang tinggi, sehingga mampu membentengi diri dari berbagai macam dan bentuk kerusakan di zaman akhir ini, dan pada gilirannya nanti dapat melanjutkan perjuangan Qur`an Hadits Jama’ah ilaa yaumil qiyamah. II. REALITA TANTANGAN ZAMAN AKHIR Satu-satunya jama’ah dimana saja, kapan saja dan bagaimana saja keadaannya supaya tetap, menetapi, memerlu-merlukan dan mempersungguh Qur`an Hadits Jama’ah sampai tutug pol ajal matinya masing-masing dengan diniati mukhlis lillah karena Alloh. Kata-kata mutiara dan nasehat pokok ini selalu terngiang dalam telinga satu-satunya jama’ah. Ungkapan “kapan saja” menunjukkan dimensi waktu yang berarti satu-satunya jama’ah harus mampu menghadapai tantangan zaman. Realita tantangan zaman akhir dewasa ini perlu diketahui dan diwaspadai terutama oleh generasi muda agar tidak sampai terpengaruh, tergoda apalagi sampai terjerumus pada pelanggaran-pelanggaran terhadap syariat agama, kerusakan moral dan kemaksiatan-kemaksiatan yang akhirnya dapat membawa ke dalam jurang neraka. Empat belas abad yang silam Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam telah menceritakan berbagai macam bentuk kerusakan yang bakal terjadi pada zaman akhir, sekarang telah menjadi kenyataan. Perilaku di masyarakat luar yang sudah tidak lagi mempedulikan antara halal-harom, dosa-pahala dan baik-buruk tidak menutup kemungkinan akan mempengaruhi pola hidup remaja jama’ah hingga terjerumus ke dalam dunia kemaksiatan seperti pergaulan bebas, kecanduan narkoba, ekstasi, minuman keras dan pengaruh-pengaruh jelek lainnya. Sabda Rosulullohi Shollallohu ‘alaihi wasallam : إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَكْثُرَ الْجَهْلُ وَيَكْثُرَ الزِّنَا وَيَكْثُرَ شُرْبُ الْخَمْرِ وَيَقِلَّ الرِّجَالُ وَيَكْثُرَ النِّسَاءُ حَتَّى يَكُوْنَ لِخَمْسِيْنَ امْرَأَةً الْقَيِّمُ الْوَاحِدُ * رواه البخارى عن أنس Sesungguhnya sebagian dari tanda-tanda kiamat ialah diangkatnya (dicabutnya) ilmu, banyak kebodohan, banyak perzinaan, banyak minuman keras dan sedikit laki-laki serta banyak perempuan sehingga 50 orang perempuan diramut satu orang laki-laki. إِنَّ إِبْلِيْسَ الْمَلْعُوْنَ يَخْطُبُ شَيَاطِيْنَهُ فَيَقُوْلُ عَلَيْكُمْ بِاللَّمَمِ وَبِكُلِّ مُسْكِرٍ وَبِالنِّسَاءِ فَاِنِّى لَمْ أَجِدْ جِماَعَ الشَّرِّ إِلاَّ فِيْهَا * رواه الديلمى عن أبى الدرداء Sesungguhnya Iblis yang dilaknat berkata kepada syetan-syetannya (bala tentaranya), “Menetapilah kalian (menggodalah kepada anak Adam) dengan (melakukan) dosa-dosa kecil dan tiap-tiap yang memabukkan dan (pelanggaran) terhadap wanita, maka sesungguhnya aku tidak menjumpai kumpulnya kejelekan kecuali di dalamnya (tiga perkara).” Memperhatikan hadits di atas kiranya ada dua bentuk kemaksiatan yang perlu mendapat perhatian kita semua yang menjadi simbul kerusakan dan kehancuran di muka bumi ini yaitu : merajalelanya perzinaan yang biasa disebut free sex dan maraknya minuman keras dengan berbagai bentuk dan namanya. A. Perzinaan (Free Sex) Melihat pergaulan para pelajar, mahasiswa dan anak-anak remaja, pada umumnya sekarang ini, sungguh kita akan dibuat mengerutkan dahi dan geleng-geleng kepala. Bukan karena kagum dan salut atas apa yang mereka lakukan, tapi justru prihatin, jijik dan tidak habis pikir terhadap apa yang mereka lakukan. Apa yang harus kita katakan ketika kita mendapati para pelajar dengan beraninya berbuat asusila bahkan merekam adegan mesum mereka itu dalam ponsel-ponsel kamera mereka? Apa yang harus kita katakan ketika kita menyaksikan berita di TV tentang para pelajar dan seorang guru yang melakukan “pesta seks” di ruang kelas seperti yang terjadi di Cianjur baru-baru ini? Apa yang harus kita katakan saat kita mendengar pengakuan beberapa oknum siswi di TV, bahwa mereka telah terbiasa untuk melayani para lelaki hidung belang yang usianya lebih pantas sebagai bapak dan kakek mereka? Sungguh bibir kita seolah terkunci dan tidak bisa berkata apa-apa. Kita hanya bisa prihatin dan mengelus dada. Sudah demikian bobroknyakah akhlaq dan moral manusia di zaman akhir ini? Pola hidup freesex, benar-benar telah menjadi pilihan hidup sebagian dari mereka. Na’udzu billah min dzalik! Semoga Alloh memberikan hidayahNya dan bila tidak, semoga Alloh menjaga dan menyelamatkan diri kita dari perbuatan-perbuatan mereka. Hasil penelitian Synovate Research yang dilakukan sejak September 2004 tetang perilaku seksual remaja di 4 kota, yaitu Jakarta, Bandung, Medan dan Surabaya, sungguh membuat kita terperanjat. Dari 450 responden berusia 15-24 tahun yang tersebar di 4 kota tersebut, 44% responden mengaku bahwa mereka sudah pernah mempunyai pengalaman seks di usia 16 sampai 18 tahun. Sementara 16% lainnya mengaku pengalaman seks itu sudah mereka dapatkan saat berusia antara 13-15 tahun. Selain itu, pengakuan mereka menyatakan bahwa rumah adalah menjadi tempat paling favorit untuk melakukan hubungan seks bebas (40%). Sisanya, mereka memilih hubungan seks di tempat kost (26%) dan di hotel (26%). Dan juga hasil polling yang dilakukan oleh Sahabat Anak Remaja (Sahara) Indonesia Foundation menghasilkan sedikitnya 38.288 remaja di Kabupaten Bandung diduga pernah berhubungan intim di luar nikah atau melakukan seks bebas. Berdasarkan hasil polling lewat telepon sebetulnya 20% dari 1.000 remaja pernah melakukan seks bebas. Hasil itu terjadi pada remaja di daerah perkotaan seperti Soreang, Banjaran dan lain-lain. Setelah dikaitkan dengan kenyataan dan bahkan banyak remaja yang tinggal di pedesaan diperkirakan 5% sampai 7% remaja di Kabupaten Bandung telah melakukan seks bebas. Jumlah remaja di Kab. Bandung sebanyak 765.762, jadi remaja yang melakukan seks bebas antara 38.288 hingga 53.603 orang. Dari hasil polling juga diketahui, dari sekitar 200 remaja yang melakukan seks bebas 50 % atau 100 remaja hamil. (Pikiran Rakyat, 9 Juli 2004) Baru-baru ini Kota Yogyakarta juga digegerkan hasil penelitian seks pranikah oleh suatu lembaga di kota itu yang menyatakan 97.05% mahasiswi dari 1.660 responden telah melakukan hubungan seks pranikah. (Suara Merdeka, 2 Agustus 2002) Kemudian penelitian Pusat Penelitian Kependudukan, UGM (1991) pada remaja berumur 14-24 tahun di Manado, mengungkapkan laki-laki 151 orang dan 146 orang perempuan terbukti 26.6% melakukan perilaku seks pranikah. Penelitian lain dilakukan oleh Lembaga Sahabat Remaja di Medan yang melaporkan data tahun 1990 ada 80 remaja usia 14-24 tahun hamil sebelum menikah. (Tempo, 28 September 1991) Data tersebut menunjukkan bahwa pola hidup freesex sudah dianut oleh sebagian pelajar, mahasiswa dan remaja pada umumnya. Ini jelas sangat memprihatinkan. Karena sejatinya hubungan seks adalah hubungan suci yang baru boleh dilakukan oleh pasangan yang sudah sah untuk melakukannya. Denga fakta seperti ini, hubungan seks seolah-olah menjadi sesuatu yang sangat murah dan gampang. Hubungan seks begitu mudahnya dilakukan atas nama “cinta” dan “kasih sayang”. Sebagian remaja bahkan ada yang berpandangan bahwa tidak dinamakan pacaran kalau belum melakukan ML (making love; persetubuhan). Tidak mengherankan bila pergaulan bebas dan freesex kini menjadi tidak asing lagi di kalangan remaja. Sudah sebegitu rendahnyakah moral dan religiusitas kalangan remaja sekarang ini? Pasti! Pola hidup pergaulan bebas dan freesex yang kini mulai mewabah di tengah-tengah kehidupan masyarakat kita adalah pertanda bahwa masyarakat kita telah mengalami krisis moral dan agama. Bagaimana tidak, secara tegas Alloh melarang manusia dari mendekati perbuatan zina, tapi mereka bahkan beramai-ramai melakukannya. Alloh menegaskan dalam Al Qur`an : وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّه كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيْلاً * سورة الإسراء 32 Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah sesuatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. Larangan zina dalam ayat di atas sangat tegas, bahkan Alloh melarang dengan kalimat “jangan kalian dekati zina”. Larangan ini mengandung arti, zina merupakan perbuatan yang sangat keji dan akan mendatangkan madlorot karena itu harus dijauhi sejauh-jauhnya, tidak saja zinanya tetapi juga semua perbuatan yang mengarah kepada zina. Sangat masuk akal, apabila larangan zina dengan stressing (penekanan) seperti itu, karena zina merupakan perbuatan yang sangat sulit dijauhi apabila seseorang memiliki kesempatan untuk melakukannya. Mungkin orang bisa kuat untuk menahan dirinya agar tidak mencuri, tidak mendholimi orang lain, tidak berkata dusta dan lain sebagainya. Tetapi untuk menghindarkan diri dari perbuatan zina manakala ia memiliki kesempatan adalah perjuangan yang sangat berat. Karena itu, banyak orang-orang terhormat yang jatuh harga dirinya disebabkan melakukan zina. Demikian juga banyak kalangan remaja yang semestinya masih menekuni bangku sekolah, gagal di tengah jalan akibat perzinaan. Hal ini terjadi karena zina sangat berkait dengan kebutuhan biologis manusia yang ditumpangi dan dipengaruhi oleh hawa nafsu. Padahal nafsu senantiasa mengajak manusia kepada kejelekan. Sebagaimana ungkapan Nabi Yusuf Alaihis salam dalam Al-Qur`an : وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِى إِنَّ النَّفْسَ لأَمَّارَةٌ بِالسُّوْءِ إِلاَّ مَارَحِمَ رَبِّى إِنَّ رَبِّى غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ * سورة يوسف 53 Dan aku (Yusuf) tidak akan membiarkan diriku (hawa nafsuku), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Karena itu, Alloh melarang zina tidak hanya pada perbuatannya, tetapi segala sesuatu yang dapat mengakibatkan zina. Secara logika dapat dikatakan jika perbuatan yang dapat mengarahkan kepada zina saja dilarang apalagi perbuatan zinanya. Maka sangat tidak berdasar orang-orang yang mengatakan : “Yang dilarang bukan zinanya, tetapi perbuatan yang mendahului zina”. Ungkapan ini diucapkan orang-orang yang mencari celah untuk melakukan perzinaan. Islam tidak hanya melarang perzinaan tetapi juga memberikan sanksi keras terhadap para pezina. Sebagaimana disebutkan dalam firman Alloh : الزَّانِيَةُ وَالزَّانِى فَاجْلِدُوْا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِاْئَةَ جَلْدَةٍ وَلاَ تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِى دِيْنِ اللهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الأخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ* سورة النور 2 Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kalian untuk (menjalankan) agama Allah, jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. Dalam ayat diatas disebutkan bahwa hukuman bagi pezina baik laki-laki maupun perempuan adalah dijilid 100 kali di hadapan orang banyak. Dalam suatu hadits selain dijilid 100 kali, pezina juga setelah dijilid harus diasingkan selama 1 tahun. Bahkan bagi pezina yang sudah menikah dan pernah menikah hukumannya diranjam, yaitu setengah badannya ditanam lalu dilempari batu sampai meninggal. Lebih dari itu, disadari atau tidak, dengan berpola hidup pergaulan bebas dan freesex, sebenarnya sama halnya dengan mempersiapkan diri untuk menerima adzab dari Alloh, karena secara terang-terangan telah menentang Alloh dan melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkanNya. Sabda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam : إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِى قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلَّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ * رواه الحاكم Apabila zina dan riba telah merajalela di suatu negeri, berarti mereka telah menyediakan diri mereka untuk disiksa Alloh. Ditinjau dari segi sosiologi dan agama, ada beberapa sebab yang menjadikan remaja sangat mudah terjebak dalam perzinaan, di antaranya: 1. Tidak berpikir panjang. Dorongan seksual yang sedang bergejolak di kalangan remaja menyebabkan tidak berpikir panjang. Sebagian remaja lebih memilih melampiaskan hasratnya ketimbang memikirkan dampak negatifnya. Padahal akibat dari kenikmatan sesaat itu menyebabkan dirinya menderita selama-lamanya, terutama pada remaja perempuan apabila sampai hamil. Derita remaja perempuan ketika hamil akibat seks bebas dua kali lebih berat bahkan mungkin sepuluh kali lebih berat dibandingkan yang dialami remaja laki-laki. Sebab remaja perempuan disamping harus menanggung malu kepada keluarga dan masyarakatnya, kehilangan masa depannya karena biasanya menyebabkan putus sekolah, kerepotan mengurusi anak pada umur yang masih belia tanpa adanya seorang ayah di sampingnya, juga ia harus tetap mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Alloh di hari perhitungan nanti. Sedangkan derita remaja laki-laki lebih bersifat ukhrowi. Sebab kaum laki-laki tidak mengandung, sehingga sungguhpun telah melakukan zina mungkin tidak diketahui oleh masyarakat. Karena itu, seharusnya remaja putri memiliki pemikiran yang lebih panjang agar tidak terjerumus kepada seks bebas atau perzinaan. Insya Alloh jika remaja putri dapat tahan terhadap “godaan”, perzinaan tidak akan terjadi dan masa depan dapat terselamatkan. Demikian juga remaja putra, jangan mentang-mentang karena tidak memiliki resiko dunia seperti yang dirasakan remaja putri, lalu dengan seenaknya mengumbar nafsu. Ingat tidak semua taubat manusia diterima begitu saja tanpa mengerjakan aturan-aturan khusus yang sudah ditetapkan dalam hukum agama untuk menyelesaikan taubat. Dan yang pasti adzab Alloh di akhirat sangat pedih. 2. Tidak merasa diawasi. Ketika sedang berduaan dengan sang kekasih biasanya remaja merasa seakan dunia ini hanya milik berdua. Sehingga ia melakukan apa saja yang disebutkanya sebagai perwujudan kasih sayang kepada kekasihnya. Ia tidak ingat saat sendirian, sebenarnya berduaan, sebab yang kedua adalah Alloh. Saat berdua sebenarnya bertiga, sebab yang ketiga adalah Alloh. Saat bertiga sebenarnya berempat, sebab yang keempat adalah Alloh. dan seterusnya. Sebagaimana firman Alloh : أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَا فِى السَّمَاوَاتِ وَمَا فِى الأَرْضِ مَا يَكُوْنُ مِنْ نَجْوى ثَلاثَةٍ إِلاَّ هُوَ رَابِعُهُمْ وَلاَ خَمْسَةٍ إِلاَّ هُوَ سَادِسُهُمْ وَلاَ أَدْنى مِنْ ذَالِكَ وَلاَ أَكْثَرَ إِلاَّ هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا كَانُوْا ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوْا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّ اللهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ * سورة المجادلة 7 Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Hilangnya perasaan “merasa diawasi” inilah salah satu yang menyebabkan remaja sangat mudah melakukan perzinaan. Padahal tidak ada ruang di dunia ini yang terlepas dari pengawasan Alloh. Alloh Maha Tahu dan Alloh tidak pernah tidur ataupun lengah dalam mengawasi apa yang terjadi pada alam semesta ini. Dan yang jelas apabila laki-laki perempuan berduaan maka diantaranya adalah syetan yang telah siap dengan jurus-jurus mautnya untuk mendorong ke pelanggaran besar. 3. Pergaulan bebas. Pergaulan bebas antara remaja yang berlainan jenis sangat memicu terjadinya perzinaan. Bagaiman tidak, jika mereka selalu dengan lawan jenisnya, terutama pada tempat-tempat yang tidak ada pengawasan orang lain, tentu sulit bagi mereka untuk menghindari perzinaan. Sebab saat itu gelora nafsunya muncul dan suasananya memungkinkan untuk melakukannya. Sementara mereka tidak berpikir panjang serta tidak memiliki perasaan bahwa diawasi. Karena itu, Alloh melarang perbuatan yang dapat menyebabkan terjadinya zina. Pergaulan bebas adalah jembatan emas yang akan mengantarkan kepada perzinaan. Seks sebenarnya anugerah yang diberikan Alloh pada makhluk-makhlukNya seperti binatang, tumbuh-tumbuhan dan khususnya manusia. Karena itu amat wajar kalau manusia memiliki gairah seksual dan ingin melampiaskan keinginan seksualnya. Alloh Subhanahu wata’ala sendiri tidak pernah melarang manusia untuk melampiaskan keinginan seksualnya selama menempuh jalur yang dihalalkan, cara-cara yang benar dan pada saat yang tidak dilarang. Jalur yang dibenarkan Alloh bagi manusia untuk melampiaskan keinginan seksnya itu adalah jalur pernikahan. Khususnya bagi remaja jama’ah, gairah seksual yang mulai tumbuh dalam dirinya harus dapat dikendalikan. Remaja jama’ah harus mampu mendahulukan kepentingan yang lebih berjangka panjang, yaitu mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan, baik masa depan sendiri maupun masa depan jama’ah. Karena itu, untuk mengatasi keinginan seksualitas yang mulai muncul pada remaja, sebaiknya remaja disibukkan dengan berbagai kegiatan yang menunjang masa depannya, seperti giat belajar, semangat mengaji, rajin mengikuti kegiatan yang positif, seperti : berolah raga, mengikuti kursus-kursus dan lain sebagainya. Dengan cara demikian para remaja jama’ah insya Alloh akan mampu mengatasi gejolak seksualnya. 4. Pornografi dan pornoaksi, sumber fantasi kotor. Sebenarnya pola hidup free sex, sedikit banyak juga dipengaruhi oleh pornografi dan pornoaksi yang kini marak di tengah-tengah masyarakat kita. Lihat saja internet, reklame, komik majalah, tabloid dan kalender! Gambar-gambar yang mereka tampilkan seringkali mengedepankan unsur-unsur pornografi untuk menarik perhatian konsumen. Ketika kita mengunjungi kios-kios koran misalnya, kita akan dengan mudah menemukan tabloid-tabloid bergambar syuur, bahkan biasanya tabloid-tabloid semacam ini dipajang di depan untuk menarik perhatian konsumen. Atau perhatikan saja tayangan-tayangan TV, tayangan-tayangan yang berbau pornografi dan pornoaksi dengan vulgarnya ditayangan oleh beberapa stasiun TV swasta, pada jam-jam tayang yang masih sangat memungkinkan bagi anak-anak usia remaja untuk melihatnya. Bahkan sinetron dan film yang lekat aroma pornografi pun ditayangkan secara bebas pada jam-jam tayang sore. Ini jelas sangat membahayakan! Pornografi dan pornoaksi benar-benar telah menyebar ke seluruh lapisan masyarakat kita. Tengoklah, betapa masyarakat kita akan dengan mudah menemukan koran, tabloid dan VCD porno dengan harga yang sangat murah di pinggir-pinggir jalan. Bagaimanapun, acara dan tayangan-tayangan pornografi akan mempengaruhi faktor psikologi pemirsanya. Tayangan semacam itu akan menimbulkan fantasi kotor bagi pemirsanya, terutama bagi mereka yang belum menikah. Dan jika acara dan tayangan itu disaksikan oleh anak-anak usia remaja, maka hal itu akan sangat berbahaya, karena setiap remaja mempunyai kecenderungan untuk meniru dan mencoba. Mereka ingin merasakan dan mengalami apa yang belum pernah mereka rasakan. Apalagi dari sisi usia, mereka memang sedang mengalami masa pubertas. Tidaklah mengherankan jika kemudian muncul berbagai tindak penyimpangan ataupun kekerasan seksual yang dilakukan oleh anak-anak yang masih dalam usia remaja, seperti seks bebas (pesta seks), pelecehan seksual, bahkan pemerkosaan. Dan apa alasan yang sering mereka kemukakan saat diinterogasi oleh polisi tentang mengapa mereka berbuat seperti itu? Sebagian besar dari mereka mengatakan bahwa mereka berbuat seperti itu karena terpengaruh oleh bacaan porno ataupun tayangan porno yang mereka saksikan lewat VCD ataupun di TV. Bahkan beberapa waktu lalu kita sempat dibikin mengelus dada oleh kasus pencabulan yang dilakukan oleh seorang bocah SD terhadap teman perempuan sekelasnya. Dan apa alasan yang dikemukakannya saat ia ditanya mengapa ia berbuat seperti itu? Jawabannya sungguh di luar dugaan! ia melakukan tindak pencabulan itu hanya karena ingin meniru apa yang dilihatnya lewat VCD porno yang sedang sering diputar oleh kakaknya. Na’udzu billah. Disamping itu para remaja jama’ah supaya betul-betul berusaha untuk menghindari segala sesuatu yang mengarah kepada perzinaan, diantaranya yaitu : a. Tidak menyentuh perempuan yang bukan mahromnya. Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda : لأَنْ يُطْعَنَ فِى رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ * رواه الطبرانى Niscaya jika kepala salah satu diantara kalian ditusuk dengan jarum besi itu lebih baik daripada menyentuh perempuan yang bukan mahromnya. لأَنْ يَزْحَمَ رَجُلاً خِنْزِيْرٌ مُتَلَطِّحٌ بِطِيْنٍ أَوْحَمْأَةٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَزْحَمَ مَنْكِبَهُ مَنْكِبَ امْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ * رواه الطبرانى Niscaya jika babi hutan yang berlumuran tanah atau lumpur yang busuk menempel pada seorang laki-laki itu lebih baik daripada pundaknya menempel pada perempuan yang tidak hahal baginya. b. Tidak berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahromnya. Dilarang laki-laki dan perempuan yang bukan mahromnya untuk berdua-duaan. Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda : وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الأَخِرِ فَلاَ يَخْلُوَنَّ بِامْرَأَةٍ لَيْسَ مَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ مِنْهَا ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ * رواه أحمد عن جابر بن عبد الله Barangsiapa beriman kepada Alloh dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahromnya, karena yang ketiganya adalah syetan. إِيَّاكُمْ وَالدُّخُوْلََ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ اْلأَنْصَارِ يَا رَسُوْلَ اللهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ؟ قَالَ: الْحَمْوُ الْمَوْتُ * رواه البخارى عن عقبة بن عامر Jauhilah oleh kalian masuk di kalangan wanita. Ada seorang Anshor bertanya kepada Nabi, “Bagaimana pendapatmu tentang ipar?” Nabi menjawab, “(Bersendirian dengan) ipar itu adalah kematian (berbahaya).” c. Harus menjaga mata atau pandangan. Perhatikan batasan-batasan yang diberikan oleh Alloh dan RosulNya di bawah ini : Firman Alloh : قُلْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ ذَالِكَ أَزْكى لَهُمْ إِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا يَصْنَعُوْنَ * وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ ...الأية * النور 30-31 Katakanlah kepada laki-laki iman hendaklah mereka memejamkan pandangan mereka (dari yang harom) dan menjaga kehormatan mereka, yang demikian itu lebih suci (terjaga) bagi mereka. Sesungguhnya Alloh Waspada terhadap apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita-wanita iman hendaklah mereka memejamkan mata mereka (dari yang haroam) dan menjaga kehormatan mereka. Yang dimaksudkan menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak melepaskan pandangan begitu saja apalagi memandangi lawan jenis penuh dengan gelora nafsu. Kita hanya dibolehkan memandang lawan jenis tanpa kesengajaan dan tidak boleh berlebihan. Sebagaimana pesan Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam kepada Ali : يَاعَلِيٌّ لاَ تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ ، فَإِنَّ لَكَ الأُوْلَى وَلَيْسَتْ لَكَ الأَخِرَةُ * رواه أبو داود عن بريدة “Hai Ali, jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan yang lainnya. Kamu hanya boleh pada pandangan pertama, adapun yang berikutnya tidak boleh.” Pandangan liar (berlebihan) kepada lawan jenis diterangkan dalam sebuah hadits dinyatakan Rosululloh sebagai zinanya mata, dinamakan berzina karena dalam memandangnya mendatangkan kesenangan seksualitas dengan jalan yang tidak dibenarkan syariah. d. Menutup aurot. Diwajibkan bagi kaum wanita untuk menjaga aurot dan dilarang memakai pakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, kecuali untuk suaminya. Dalam hadits dikatakan bahwa wanita yang keluar rumah dengan berpakaian yang mempertontonkan lekuk tubuh, memakai minyak wangi yang baunya semerbak, memakai make-up dan sebagainya, setiap langkahnya dikutuk oleh para malaikat, dan setiap laki-laki yang sengaja memandangnya itu dosa (termasuk zina mata). Di hari kiamat nanti perempuan yang seperti itu tidak akan mencium baunya surga (apalagi masuk surga). Dan yang jelas seluruh tubuh perempuan itu adalah aurot yang senantiasa menjadikan perhatian lawan jenisnya karena penampilannya selalu dihiasi oleh setan. Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda : الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ ، فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ * رواه الترمذى عن عبدالله Perempuan itu adalah aurot, maka ketika keluar dimuliakan (dihiasi) oleh syetan. B. Minuman Keras, Narkotika dan Obat-obat Terlarang (Narkoba) Mengkonsumsi narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba) yang biasa disebut nge-drug dan minuman keras di kalangan remaja dan anak muda di luar benar-benar mencapai taraf yang sangat mengkuatirkan. Perilaku buruk ini seolah-olah telah menjadi hal yang lumrah dan biasa di kalangan remaja. Bahkan menurut survey berbagai lembaga penelitian, penyalahgunaan narkoba kini telah melanda siswa SD. Sebagai contoh, berdasarkan survey salah satu surat kabar nasional, antara Januari sampai Mei 2003, di Jakarta Utara sudah ditangkap 30 pelajar SD yang menggunakan obat-obatan berbahaya. Itu data tahun 2003! Dengan trend tindak penyalahgunaan narkoba yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, dapat kita bayangkan betapa banyak anak-anak usia sekolah yang telah terjerumus dalam tindak penyalahgunaan narkoba sampai saat ini. Tentu sangat mengerikan untuk kita bayangkan! Nge-drug (penyalahgunaan obat-obat terlarang) adalah tindakan bodoh yang sama dengan menjerumuskan diri ke dalam pintu gerbang kehancuran. Nge-drug adalah perilaku yang sangat merugikan, baik secara jasmani maupun rohani. Dari segi jasmani, orang yang gemar mengkonsumsi minuman keras dan obat-obat terlarang akan mengalami gangguan kesehatan yang sangat serius. Legenda sepakbola Argentina, Diego Armando Maradona, misalnya, harus mengakhiri karirnya di lapangan hijau lebih cepat, karena ketergantungan yang luar biasa terhadap obat-obat terlarang. Ia bahkan harus bertahun-tahun masuk pusat rehabilitasi untuk menyembuhkan ketergantungannya terhadap obat-obat terlarang, yang menyebabkan ia menderita penyakit jantung. Pesepakbola Inggris, yang juga legenda klub sepakbola “Setan Merah” Manchester United, George Best, juga harus mengalami sekarat yang mengerikan saat-saat menjelang ajal, karena ketergantungannya yang hebat terhadap minuman keras. Ini baru sedikit contoh! Berapa banyak para pemakai narkoba yang mati mendadak karena over dosis? Barangkali sudah tak terhitung jumlahnya. Dan juga banyak nyawa melayang sia-sia di jalan raya setelah meminum minuman keras atau narkoba. Dari segi rohani, orang-orang yang gemar nge-drug, maka ia akan mudah hilang kesadarannya dan mudah melakukan tindak kriminalitas yang sangat keji dan menjijikkan di luar dugaan. Sebagai contoh, di India pernah terjadi seorang ibu terpaksa memukul anaknya sendiri hingga tewas, karena anaknya itu mencoba untuk memperkosa dirinya. Selidik punya selidik, ternyata anaknya itu pulang dalam keadaan mabuk dan sedang dalam pengaruh minuman keras. Berbagai tindak kriminal pencabulan terhadap anak kandung atau terhadap saudara sendiri, yang sering kita saksikan dalam berita-berita kriminalitas di berbagai stasiun TV, juga seringkali disebabkan karena pelakunya dalam pengaruh minuman keras ataupun obat-obat terlarang. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa narkotika dan zat adiktif bisa menutupi akal dan menghilangkan kesadaran pemakainya. Pemakai narkotika yang sedang fly (setengah sadar), akan merasakan adanya sesuatu yang masuk ke dalam tubuhnya. Seolah-olah ada orang lain dalam dirinya, hatinya bicara sendiri, dan seolah-olah yang ia rasakan bukan dirinya. Karenanya, ia akan lupa akan dirinya dan mudah dikendalikan dari luar, sehingga segala gerakan dan perilakunya bukanlah kehendak dirinya sendiri. Segala tindakannya sudah di luar kontrol dirinya. Gambaran singkat diatas menunjukkan betapa nge-drug adalah tindakan bodoh yang hanya akan menyeret pemakainya dalam kehancuran. Nge-drug adalah tindakan yang sangat merugikan, baik ditinjau dari segi kesehatan, terlebih lagi dari segi moral dan agama. Nge-drug harus benar-benar kita jauhkan dari “kamus kehidupan” kita. Bukankah agama manapun melarang pemeluknya untuk mabuk-mabukan dan menyalahgunakan narkoba? Apalagi dalam Islam. Alloh Rosul dengan tegas melarang mengkonsumsi minuman keras ataupun penyalahgunaan narkoba. Dalam Al-Qur`an Alloh berfirman : يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَاْلأَنْصَابُ وَاْلأَزْلاَمُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ * سورة المائدة 90 Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khomr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan syetan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan. Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam juga telah menegaskan dalam haditsnya : كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ ... الحديث * رواه مسلم عن ابن عمر Setiap yang memabukkan itu adalah khomr, dan tiap-tiap yang memabukkan adalah harom. وَثَلاَثَةٌ لاَ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ الْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ وَالْمُدْمِنُ عَلَى الْخَمْرِ وَالْمَنَّانُ بِمَا اَعْطَى * رواه النسائى عن عبدالله Ada tiga golongan yang tidak akan masuk surga, yaitu orang yang menentang (menyakiti hati) kedua orang tuanya, dan orang yang membiasakan minum arak, dan orang yang mengungkit-ungkit terhadap apa yang ia berikan. Agar remaja jama’ah tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, maka ada beberapa hal yang harus dilakukan, antara lain : 1. Mengetahui dan memahami keharoman mengkonsumsi narkoba dari sudut agama. Satu-satunya jama’ah termasuk para remajanya harus mengetahui dan memhami bahwa mengkonsumsi narkoba hukumnya harom, karena memabukkan maka sama dengan minuman keras (khomr). Alloh Subhanahu wata’ala berfirman : يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَاْلأَنْصَابُ وَاْلأَزْلاَمُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ * سورة المائدة 90 Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khomr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan syetan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan. Rosullulloh Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda : كُلُّ مَسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ ... الحديث * رواه مسلم عن ابن عمر Setiap yang memabukkan adalah khomr dan setiap khomr adalah harom. وَالْخَمْرُ مَا خَامَرَ الْعَقْلَ ... الحديث * رواه أبو داود عن عمر Adapun khomr itu ialah sesuatu yang bisa menghilangkan akal. 2. Meningkatkan taqorrub ilalloh. Agar remaja tidak mudah terpengaruh oleh ajakan atau bujukan kawan dan mampu mengatasi rasa keingintahuannya, maka remaja harus meningkatkan pendekatan dirinya kepada Alloh yaitu dengan menertibkan dan meningkatkan ibadah kepada Alloh seperti, meningkatkan kekhusyu’an sholatnya dan banyak melakukan sholat-sholat sunnah terutama sholat malam sambil memohon penjagaan dan keselamatan dari Alloh dari berbagai macam kemaksiatan. Perhatikan dalil-dalil di bawah ini : Firman Alloh : وَأَقِمِ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهى عَنِ الْفَخْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ... الأية * سورة العنكبوت 45 Dan tegakkanlah sholat, sesungguhnya sholat itu bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan sabda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam : عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحيْنَ قَبْلَكُمْ وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللهِ وَمَنْهَاةٌ عَنِ الإِثْمِ وتَكْفِيْرٌ لِلسَّيِّئَاتِ ومَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الْجَسَدِ * رواه الترمذى عن بلال Menetapilah kalian dengan sholat malam sebab sesungguhnya sholat malam itu kebiasaan orang-orang sebelum kalian dan bisa lebih mendekatkan diri kepada Alloh, mencegah dari dosa, menghilangkan dan menolak penyakit dari tubuh. 3. Menyibukkan diri dalam kegiatan-kegiatan yang positif. Dengan mengikuti dan menyibukkan diri dalam kegiatan-kegiatan yang positif seperti senam barokah, sepakbola, volley, silat Asad (sebagai salah satu program bela negara), kursus ketrampilan dan lain-lain, seorang remaja akan terhindar dari kekosongan waktu. Kekosongan waktu biasanya mendorong remaja keluar rumah dan menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang dapat menyeret dirinya kepada hal-hal yang negatif termasuk penyalahgunaan narkoba. Namun jika seorang remaja memiliki banyak kegiatan, ia tidak sempat lagi kongkow-kongkow (cangkruk-nggedobos) dengan teman-temannya untuk sesuatu yang tidak ada manfaatnya. 4. Memilih teman dekat (muqollid) yang baik. Pergaulan akan mempengaruhi perilaku seseorang. Orang yang berteman dengan orang yang baik, kemungkinan besar ia akan baik. Sebaliknya orang yang berteman dengan orang jahat, kemungkinan besar ia juga akan ikut jahat. Karena itu, remaja jama’ah hendaknya memilih teman yang baik, yang kuat agamanya, kuat imannya, yang ahli ibadah agar ia juga ikut baik. 5. Selalu memikirkan akibat dari perbuatannya. Remaja jama’ah harus memiliki pandangan yang luas dan berwawasan ke depan. Ia harus mampu memikirkan semua perbuatannya, apa dampak positif dan negatifnya. Jika suatu perbuatan akan mendatangkan dampak negatif, maka ia harus menjauhinya. Dalam hal penyalahgunaan narkoba jelas dampak negatifnya sangat banyak, karena itu tidak ada pilihan lain bagi remaja jama’ah, kecuali wajib menjauhinya. Perhatikan sabda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam : إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تَفْعَلَ أَمْرًا فَتَدَبِّرْ عَاقِبَتَهُ فَإِنْ كَانَ خَيْرًا فَامْضِهِ وَإِنْ كَانَ شَرًّا فَانْتَهِ* رواه ابن المبارك Ketika kamu akan mengerjakan suatu perkara maka pikirkanlah, jika perkara itu baik maka teruskanlah dan jika perkara itu jelek maka berhetilah. Jika remaja jama’ah mampu melaksanakan 5 hal diatas, insya Alloh remaja jama’ah mampu menjaga dirinya dari ancaman narkoba. Bila remaja-remaja yang mampu mengendalikan dirinya dari penyalahgunaan narkoba dan larangan-larangan agama lainnya, insya Alloh para remaja jama’ah akan dapat meraih masa depannya dengan gemilang, “hidup mulia mati masuk surga”. Oleh karena itu, tanamkanlah tekad yang kuat di dalam hati, dan nyatakanlah dengan lantang : "Say no to drug" - "Katakan tidak terhadap narkoba". III. UPAYA-UPAYA UNTUK MENANGGULANGI BERBAGAI MACAM BENTUK KERUSAKAN-KERUSAKAN DI ZAMAN AKHIR Sebagai orang jama’ah hidup di zaman akhir adalah ibarat tubuh yang dikelilingi banyak kuman penyakit, apabila daya tahan tubuh kita rendah maka gampang terjangkit penyakit, tetapi apabila daya tahan tubuh kita kuat tidak mudah terkena penyakit. Begitu pula keimanan dan ketaqwaan di zaman akhir ini. Walaupun di luar jama’ah telah terjadi kerusakan moral manusia, kemaksiatan melanda di mana-mana, tetapi jika keimanan dan ketaqwaan kita kuat maka tidak akan terpengaruh dengan situasi seperti tersebut diatas. Kerusakan manusia pada zaman akhir bukan hanya merebaknya kemaksiatan yang ditandai dengan merajalelanya perzinaan dan banyaknya minuman keras tetapi juga merosotnya nilai-nilai akhlaqul karimah seperti hilangnya rasa malu berbuat dosa bahkan merasa bangga melanggar aturan agama, hilangnya rasa hormat anak kepada orang tuanya bahkan berani kepada orang tuanya, siswa berani kepada gurunya, kepada ulama`nya, banyak terjadi pencurian, perampokan, perjudian, pembunuhan, perkelahian antar pelajar, antar kampung, antar etnis, antar golongan, hilangnya sifat jujur, amanah, banyak orang menghambur-hamburkan harta dan malas bekerja. Untuk itu perlu kita upayakan usaha untuk menanggulangi kerusakan di zaman yang sudah akhir ini antara lain :