Kemurnian Agama Islam bisa diukur dari 3 aspek: 1. Murni pedomannya yaitu Al Qur'an dan Al Hadits 2. Murni pengamalannya, tidak dicampuri bid’ah, syirik, tahyul, dan kemaksiatan/pelanggaran 3. Murni niatnya, niat karena Alloh; semata-mata bertujuan ingin masuk Surga selamat dari Neraka-

Sabtu, 13 Juli 2013

Membela Al-Qur'an dan Al-Hadits

Membela Al-Qur'an dan Al-Hadits. Al-Qur'an adalah benda mati yang butuh pembelaan Membela agama Alloh, bisa disebut juga dengan istilah lain, yaitu jihad fii sabiilillaah atau berjuang dengan kesungguhan hati baik lahir maupun bathin untuk menegakkan agama Alloh dengan cara mensyiarkan Al-Qur'an dan Al-Hadits dalam kondisi apapun, baik pada waktu kita sedang merasa ringan, senang atau pun berat.

Membela agama itu bisa dengan menggunakan tenaga, harta-benda, lisan, ataupun pikiran. Membela pakai tangan, dan atau tulisan Membela Al-Qur'an dan Al-Hadits pakai tangan dengan cara memberi makna dan keterangan Al-Qur'an dan Al-Hadits secara tertulis.

Menulis dalil-dalil atau do'a-do'a yang suatu saat nanti ketika kita atau teman dan atau orang lain sedang membutuhkannya kita bisa mencarinya dengan mudah, itu artinya kita telah membantunya untuk mengatasi satu masalah yang dianggap oleh orang lain berat, mungkin bagi kita adalah ringan, cuma dalil.. Padahal, orang lain sangat memerlukannya karena sedang berkaitan dengan masalah hukum yang menyangkut dalil. Nah, pada saat orang lain membutuhkan kita dan kita bisa membantunya maka itulah suatu perbuatan yang terpuji dan manfa'at baginya.

 Bahkan bisa juga dengan menulis sebuah atau beberapa buah karya tulis tentang apa saja yang sekiranya dapat bermanfa'at bagi kita dan orang lain yang membacanya. Terlebih-lebih karya tulis tersebut didasari dengan referensi yang kuat berupa dalil-dalil dari Al-Qur'an dan Al-Hadits. Masih banyak yang lain, membela agama dengan tangan atau tulisan Berkaca trhadap diri sendiri adalah hal bijaksana untuk kita lakukan,sebelum kita mempresisikn pd org lain. "krena barang siapa yg mengenal diriny.tentu ia akan sibuk memperbaikiny dngn tdk memperdulikan aib dan cacat org lain.dan brng siapa yg mengenal robbny tntu ia akan sibuk brkhidmat kpdNya dngn meninggalkn hawa nafsuny".

 Hendakny kita tidak luruh dan tersibghan dngn kondisi zaman,dan selayakny kita tetap konsisten dngn akidah dan keimanan yg kita miliki,konsisten trhadap keyakinan bahwa Alloh dan Rasululloh SAW tmpt segala sesuatu persoalan kita kembalikan. Mari kita introspeksi diri dan menoleh kebelakang lagi. Sudah benarkah SYAHADAT kita,sesuaikah KEIMANAN kita dengan Al Qur'an dan AS SUNNAH (AL HADITS), benarkah MANHAJ dan HUKUM yg kita terapkan dlm kehidupan kita, Rasulullah SAW bersbda: "Iman dan amal adalah dua saudara yg saling menemani didalam persahabtan,Allah tdk menerima salah satu di keduanya kecuali dngn sahabatny"(Ibnu syahiin Fissunah An Ali).

 "Iman itu adlh kepercayaan dalam hati,diucapkan dngn lisan,dan diamalkan dngn anggota".(HR.ibnu Majah). "Bukanlah iman itu sekedar cita-cita(angan-angan)saja,akan tetapi iman itu sesuai kepercayaan yg tetap dlm hati,dan dibuktikan dngn amal perbuatan".(HR.Dailami). Semoga kata2 ini bisa menjadi bahan renungan untuk berinstropeksi diri tentang keimanan,tentang manhaj,ataupun sikap yg seyogyany kita lakukan.Amin.

 www.jokamig.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar